Ilustrasi(BUSINESS WIRE/Antara)
KORPS Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan rudal terhadap prasarana pusat info milik raksasa teknologi Amerika Serikat, Amazon, nan berlokasi di Bahrain. Aksi militer ini diklaim sebagai respons langsung atas serangan AS terhadap akomodasi nuklir sipil Iran di Darkhovin.
Dalam pernyataan pers nan dirilis pada Selasa (21/7/2026), IRGC mengonfirmasi penggunaan beberapa rudal jelajah untuk menyasar pusat info utama tersebut. Serangan ini dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan pada prasarana milik perusahaan AS itu.
“Sebagai jawaban atas serangan AS kemarin terhadap akomodasi nan sedang dibangun dan area sipil di wilayah Darkhovin, IRGC telah meluncurkan beberapa rudal jelajah ke prasarana pusat info utama milik perusahaan AS Amazon di Bahrain,” tulis pernyataan resmi IRGC.
Kronologi Eskalasi Konflik
Ketegangan terbaru ini dipicu oleh laporan serangan militer Amerika Serikat pada Minggu (19/7/2026) nan menargetkan letak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kota Darkhovin, Iran. Menanggapi kejadian tersebut, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyatakan tengah melakukan penyelidikan mendalam.
Meskipun demikian, IAEA memberikan penilaian awal bahwa serangan terhadap akomodasi nuklir tersebut kemungkinan besar tidak menimbulkan akibat radiologis nan membahayakan wilayah sekitarnya.
Garis Waktu Konflik Iran-AS 2026:
| 28 Februari 2026 | Awal mula pecahnya bentrok terbuka. |
| 18 Juni 2026 | Penandatanganan memorandum gencatan senjata. |
| 8 Juli 2026 | AS memulai kembali serangan terhadap posisi Iran. |
| 9 Juli 2026 | Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata tidak berlaku. |
| 19 Juli 2026 | AS menyerang letak pembangunan PLTN Darkhovin. |
| 21 Juli 2026 | IRGC membalas dengan menyerang pusat info Amazon di Bahrain. |
Pelanggaran Gencatan Senjata
Situasi di Timur Tengah terus memburuk setelah memorandum pengakhiran bentrok nan ditandatangani pada 18 Juni 2026 dianggap runtuh. Teheran menuduh Washington secara sepihak melanggar perjanjian tersebut melalui serangkaian serangan nan dimulai sejak 8 Juli.
Sebagai corak balasan, militer Iran sebelumnya juga telah menargetkan sejumlah pangkalan militer AS nan tersebar di beberapa negara Timur Tengah. Ketegangan semakin memuncak setelah Presiden AS Donald Trump secara resmi menyatakan pada 9 Juli bahwa kesepakatan gencatan senjata sudah tidak bertindak lagi, nan kemudian diikuti oleh serangan ke akomodasi nuklir Darkhovin akhir pekan lalu.
Pihak Amazon maupun pemerintah Bahrain belum memberikan pernyataan resmi mengenai skala kerusakan maupun akibat operasional akibat serangan rudal jelajah IRGC tersebut. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·