Ilustrasi: Seseorang di depan layar besar nan menampilkan pergerakan kapal di Selat Hormuz.(AFP)
SEKRETARIS Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, menegaskan bahwa Teheran tidak bakal membuka kembali akses Selat Hormuz sebelum Amerika Serikat (AS) memenuhi sejumlah syarat mutlak, termasuk menghentikan seluruh corak ancaman.
"Selat Hormuz tidak bakal dibuka sampai AS memperbaiki sikapnya dan berakhir menakut-nakuti Republik Islam," ujar Zolghadr seperti dikutip dari Press TV, Minggu (9/8).
Pejabat senior Iran tersebut merinci sejumlah persyaratan mendasar nan kudu dipenuhi Washington. Syarat-syarat tersebut meliputi penghentian total operasi militer terhadap Iran dan sekutunya, pencabutan hukuman ekonomi serta blokade laut, penarikan seluruh pasukan militer AS dari area sekitar Iran, hingga pembayaran kompensasi atas kerugian nan dialami Teheran.
Pernyataan tegas Iran ini merespons langkah Presiden AS Donald Trump nan sebelumnya menyatakan telah membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran. Trump berkilah pembatalan dilakukan menyusul perintisan kesepakatan tenteram nan mencakup pembukaan Selat Hormuz dan negosiasi ulang program nuklir.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu (5/8) mengonfirmasi bahwa pihak Teheran dan Oman telah mencapai kesepakatan mengenai rincian geografis rute pelayaran kapal nan melintas di Selat Hormuz. (Ant/Sputnik/RIA Novosti/P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·