Israel Bakal Mundur dari Gaza, Trump Ungkap Syaratnya

1 jam yang lalu 2
Israel Bakal Mundur dari Gaza, Trump Ungkap Syaratnya Para pengungsi di wilayah Al-Mawasi, Khan Yunis, Gaza (17/6/2026),Palestina.(Anadolu)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan langkah krusial dalam upaya mengakhiri bentrok di Timur Tengah. Trump menyatakan bahwa Israel bakal menarik pasukannya dari Jalur Gaza setelah Hamas menyelesaikan proses pelucutan senjata secara menyeluruh. Pernyataan ini muncul seiring dengan konfirmasi dari pihak Hamas mengenai tercapainya kesepakatan mengenai demiliterisasi dan penarikan militer bertahap.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Jumat (31/7), Trump menjelaskan bahwa penarikan militer Israel bakal dilakukan secara paralel dengan penyerahan seluruh persenjataan Hamas. Rencana ini merupakan bagian dari penerapan skema perdamaian 20 poin nan diusulkan oleh Trump.

Mekanisme Keamanan Baru: ISF dan Polisi Palestina

Setelah proses pelucutan senjata rampung, tanggung jawab keamanan di Jalur Gaza tidak lagi berada di tangan militer Israel. Trump mengungkapkan bahwa keamanan bakal dialihkan kepada Pasukan Stabilisasi Internasional alias International Stabilization Forces (ISF).

"Pasukan Stabilisasi Internasional bakal bekerja sama dengan pasukan polisi Palestina nan baru untuk bertanggung jawab atas keamanan Gaza bagi penduduknya dan negara-negara tetangganya," tulis Trump sebagaimana dilansir dari AFP.

Trump menilai kesepakatan ini sebagai tonggak sejarah nan monumental untuk menciptakan perdamaian dan keamanan kekal di area tersebut. Selain aspek militer, proposal ini juga mengatur tata kelola wilayah pascakonflik.

Pemerintahan Teknokrat dan Masa Transisi

Dalam kerangka perdamaian tersebut, Gaza nantinya bakal dipimpin oleh pemerintahan teknokrat Palestina. Administrasi wilayah selama masa transisi bakal berada di bawah kendali Komite Nasional Administrasi Gaza alias National Committee for the Administration of Gaza (NCAG).

Badan NCAG ini dibentuk di bawah naungan Board of Peace untuk memastikan jasa publik dan manajemen melangkah tanpa intervensi militer langsung dari pihak-pihak nan bertikai sebelumnya.

Respons dan Komitmen Hamas

Pihak Hamas telah mengonfirmasi tercapainya kesepakatan mengenai poin-poin krusial tersebut. Seorang pejabat Hamas menyatakan bahwa kesepakatan mengenai masalah persenjataan dan penarikan berjenjang pasukan Israel sudah final.

Anggota tim negosiasi Hamas, Ghazi Hamad, menekankan beberapa poin krusial mengenai posisi mereka:

  • Perlindungan Warga: Keputusan diambil untuk menghentikan kekerasan dan mencegah pengusiran penduduk Gaza lebih lanjut.
  • Kedaulatan Komite Nasional: Israel dipastikan tidak bakal kombinasi tangan dalam rumor pelucutan senjata; tugas tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan NCAG.
  • Sinkronisasi Langkah: Pelucutan senjata bakal melangkah beriringan dengan penarikan pasukan Israel dan dimulainya rekonstruksi wilayah.

Namun, Hamad memberikan peringatan keras bahwa Hamas tidak bakal melanjutkan penerapan kesepakatan jika Israel kandas memenuhi tanggungjawab mereka sesuai perjanjian nan telah ditandatangani. (Fer/I-1)

Selengkapnya