Warga Palestina bersungkawa ketika jenazah nan tewas diambil dari bilik mayit Rumah Sakit Al-Awda untuk dimakamkan setelah serangan Israel menargetkan penduduk sipil nan berkumpul di luar rumah sakit untuk pemakaman penduduk Palestina lainnya, di Jabalia, Gaza, 17(Adam Bilal/Anadolu Agency)
SEDIKITNYA delapan penduduk Palestina tewas dan 20 lainnya terluka setelah serangan drone Israel menghantam kerumunan penduduk dalam prosesi pemakaman di Kamp Pengungsi Nuseirat, Gaza tengah, Jumat (17/7) waktu setempat.
Serangan tersebut terjadi ketika penduduk berkumpul untuk menghadiri pemakaman seorang penduduk Palestina nan sebelumnya tewas akibat serangan pasukan Israel. Serangan itu berjalan meski kesepakatan gencatan senjata tetap berlaku.
Rumah Sakit Al-Awda di Kamp Pengungsi Nuseirat menyatakan menerima jenazah delapan korban dan merawat 20 orang nan terluka setelah serangan Israel menghantam kerumunan penduduk di area Pasar Al-Balata.
Saksi mata mengatakan drone Israel menargetkan penduduk Palestina nan berkumpul di luar Masjid Ahmad Yassin sembari menunggu dimulainya prosesi pemakaman.
Serangan tersebut menambah jumlah penduduk Palestina nan tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak Jumat pagi menjadi 13 orang dan mencapai 25 orang dalam 72 jam terakhir, menurut otoritas Gaza.
Kantor Media Gaza menyatakan lebih dari 25 penduduk Palestina tewas dalam serangkaian serangan Israel selama 72 jam terakhir. Serangan disebut menyasar pasar, prosesi pemakaman, kerumunan penduduk sipil, dan rumah penduduk.
“Kami mengikuti dengan keprihatinan mendalam eskalasi pidana sistematis nan dilakukan tentara pendudukan Israel terhadap penduduk sipil tak bersenjata di Gaza, sebagai corak pembangkangan terang-terangan terhadap seluruh kesepakatan, konvensi, kebiasaan, dan norma humaniter internasional,” kata instansi tersebut dalam pernyataan.
Kantor Media Gaza juga menuding pembunuhan dan perang terus berjalan melalui kebijakan pengeboman terhadap pasar rakyat, prosesi pemakaman, kerumunan penduduk sipil nan damai, serta apartemen tempat penduduk berlindung.
“Serangan-serangan (Israel) tersebut merupakan penguatan nan jelas terhadap kebijakan terorisme nan diarahkan kepada setiap makhluk hidup di Jalur Gaza,” lanjut pernyataan itu.
Korban Pelanggaran Gencatan Bertambah
Serangan tersebut terjadi ketika Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata nan bertindak sejak 10 Oktober 2025.
Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan pelanggaran gencatan senjata oleh Israel telah menewaskan 1.127 penduduk Palestina dan melukai 3.643 lainnya hingga Kamis (16/7).
Sementara itu, sejak operasi militer Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 73.000 penduduk Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 173.000 lainnya terluka.
Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan luas terhadap prasarana sipil Gaza. Sekitar 90% prasarana sipil di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan. (Middle East Monitor/B-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·