Istana Ungkap Daftar Bursa Calon Gubernur BI: Ada Destry-Muliaman?

1 jam yang lalu 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Istana Kepresidenan membuka sedikit info tentang bursa nama calon Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif nan tengah dipertimbangkan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan sebetulnya banyak nama nan masuk daftar pertimbangan kepala negara untuk diusulkan ke DPR menjadi calon gubernur BI pengganti Perry Warjiyo nan mengundurkan diri pada 25 Juli 2026.

"Ada beberapa nama, banyak. Banyak," katanya.

Namun, setidaknya ada dua nama nan mengemuka dalam pembahasan, dua nama itu adalah Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI Destry Damayanti dan mantan Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad.

Saat disinggung soal kesempatan Destry untuk menjadi calon definitif, Prasetyo membenarkan bahwa nama tersebut memang masuk dalam pembahasan Presiden.

"Kalau pertanyaannya apakah Ibu Destry salah satu nan dipertimbangkan alias nama nan termasuk dibahas, ya bisa kami sampaikan itu sudah pasti," ujar Prasetyo.

Selain Destry, Prasetyo juga tidak menampik kemungkinan nama Muliaman Hadad turut dipertimbangkan. Ia mengatakan ada cukup banyak kandidat nan saat ini tengah dikaji oleh Presiden Prabowo.

Meski sejumlah nama sudah mencuat ke publik, Prasetyo menegaskan proses seleksi tetap terus berjalan.

Presiden tetap dalam tahap menghimpun masukan dan berbincang dengan beragam pihak sebelum akhirnya menentukan sosok nan bakal diajukan secara resmi ke parlemen.

Ia menegaskan hingga saat ini belum ada Surat Presiden (Surpres) mengenai pengajuan calon definitif Gubernur BI nan dikirimkan ke DPR RI.

Terkait status Destry sebagai Plt Gubernur BI saat ini, Prasetyo menyebut posisi tersebut telah melangkah sesuai sistem nan diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

Sementara soal apakah masa jabatannya sebagai pejabat sementara bakal bersambung hingga 2028 mengikuti sisa periode Perry Warjiyo, perihal itu disebut tetap dalam pembahasan lebih lanjut dan bakal diputuskan pada waktunya.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya