Jakarta Jadi Markas Koalisi Asia Pasifik untuk Palestina

3 jam yang lalu 1

loading...

Koalisi Asia Pasifik untuk Quds dan Palestina (APCQP) resmi membuka instansi pusat (headquarter/HQ) di area Matraman, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Foto/Yuwantoro Winduajie

JAKARTA - Koalisi Asia Pasifik untuk Quds dan Palestina (APCQP) resmi membuka instansi pusat (headquarter/HQ) di area Matraman, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Peresmian itu dihadiri sejumlah tokoh Majelis Ulama Indonesia (MUI), lembaga filantropi, serta perwakilan masyarakat sipil nan selama ini aktif mendukung perjuangan Palestina.

Presiden APCQP Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, pembukaan instansi pusat tersebut merupakan tindak lanjut salah satu resolusi Konferensi Asia Pasifik untuk Quds dan Palestina nan digelar di Jakarta pada 2025. Dalam forum tersebut, Indonesia dipercaya menjadi pusat koordinasi aktivitas solidaritas Palestina di area Asia Pasifik.

Menurut Sudarnoto, kepercayaan itu diberikan lantaran posisi Indonesia nan dinilai strategis, baik sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di bumi maupun lantaran peran geopolitiknya nan krusial di tingkat global.

Baca Juga: Jerman, Prancis, dan PBB Kecam Ben-Gvir lantaran Minta Tentara Israel Bunuh 40 Warga Gaza Per Malam

"Indonesia itu negara Muslim terbesar di dunia. Dan nan kedua, posisi Indonesia nan sangat strategis baik secara geografis maupun geopolitik. Itu sebabnya peran Indonesia sangat diharapkan dalam rumor Palestina," ujar Sudarnoto.

Ia menjelaskan, masyarakat internasional meletakkan angan besar kepada Indonesia, baik melalui peran pemerintah maupun masyarakat sipil. Pemerintah diharapkan aktif dalam forum-forum internasional untuk mendorong solusi konkret bagi Palestina, sementara organisasi masyarakat sipil terus memperkuat aktivitas solidaritas dan pembelaan kemanusiaan.

"Tantangan nan dihadapi masyarakat Palestina dan Gaza hari ini luar biasa. Karena itu pemerintah kudu memainkan peran krusial dan masyarakat sipil terus bergerak. Ekspektasi masyarakat internasional kepada Indonesia sebagai negara itu cukup kuat," katanya.

Selengkapnya