Jakarta, CNBC Indonesia - Jaksa Agung Republik Indonesia Sanitiar Burhanuddin melantik dan memimpin prosesi pengambilan sumpah kedudukan kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) dan pejabat eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung) di Aula Lantai 11 Gedung Utama Kejaksaan Agung, Kota Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026). Adapun para pejabat nan dilantik hari ini yaitu:
1. Dr. Siswanto, S.H., M.H. sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Militer.
2. Dr. Supardi, S.H., M.H. sebagai Sekretaris Badan Pemulihan Aset.
3. Hendrizal Husin, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah.
4. Sufari, S.H., M.Hum. sebagai Inspektur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.
5. Muhammad Syarifuddin, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.
6. Dr Sutikno, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta.
7. Nurcahyo Jungkung Madyo, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.
8. Dr. Sila Haholongan, S.H., M.Hum. sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara.
9. Jehezkiel Devy Sudarso, S.H., C.N. sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI.
10. Bernadeta Maria Erna Elastiyani, S.H., M.H. sebagai Inspektur Keuangan III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.
11. I Gde Ngurah Sriada, S.H., M.H. sebagai Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.
12. I Putu Gede Astawa, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Barat.
13. Dr. Chatarina Muliana, S.H., S.E., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur.
14. Herry Hermanus Horo, S.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Banten.
15. Roberthus Melchisedek Tacoy, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.
16. Dr. Transiswara Adhi, S.H., M.Hum. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.
17. Dr. RD Teguh Darmawan, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.
18. Sri Kuncoro, S.H., M.Si. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi D.I. Yogyakarta.
19. Yudi Triadi, S.H., M.H. sebagai Kepala Pusat Manajemen, Penelusuran dan Perampasan Aset pada Badan Pemulihan Aset.
20. Tiyas Widiarto, S.H., M.Hum. sebagai Kepala Pusat Penyelesaian Aset pada Badan Pemulihan Aset.
21. Basuki Sukardjono, S.H., M.H. sebagai Direktur B pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum.
22. Arief Sudihar, S.H., M.Hum. sebagai Kepala Biro Kepegawaian pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan.
23. Danang Suryo Wibowo, S.H., LL.M. sebagai Direktur II pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.
24. Dr. Muslikhuddin, S.H., M.H. sebagai Kepala Pusat Strategi, Kebijakan Penegakan Hukum pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan.
25. Sukarman Sumarinton, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan.
26. Sugiyanta, S.H., M.H. sebagai Direktur E pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum.
27. Saiful Bahri Siregar, S.H., M.H. sebagai Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus.
28. Anton Delianto, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu.
29. Dr. Taufan Zakaria, S.H., M.H. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung.
30. Erich Folanda, S.H., M.Hum. sebagai Direktur Pengendalian Operasi pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.
31. Syarief Sulaeman Nahdi, S.H., M.H. sebagai Direktur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.
32. Asep Sontani Sunarya, S.H., CN. sebagai Kepala Biro Umum pada Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan.
33. Teuku Rahmatsyah, S.H., M.Kn. sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh.
34. Dr. Bima Suprayoga, S.H., M.Hum. sebagai Direktur V pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen.
Mengawali amanatnya, Burhanuddin menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat nan baru dilantik dan menegaskan bahwa seluruh pejabat nan ditunjuk merupakan insan-insan terbaik Adhyaksa nan telah melalui proses kajian mendalam, pertimbangan matang, serta penilaian secara objektif.
Rotasi, mutasi, dan promosi ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat manajemen pekerjaan pegawai serta mendorong peningkatan keahlian guna mewujudkan rencana kerja, visi, dan misi Kejaksaan.
"Jabatan bukan sekadar kedudukan, kehormatan, maupun kekuasaan, melainkan sebuah amanah dan bentuk kepercayaan ketua nan kudu dijaga serta dipertanggungjawabkan dengan integritas, profesionalitas, dan loyalitas," kata Burhanuddin seperti dilansir siaran pers, Selasa (11/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, dia menyoroti dinamika organisasi dengan mengingatkan bahwa momen pelantikan ini terbilang sangat spesial lantaran berjalan di saat Kejaksaan sedang berada dalam masa ujian, bukan dalam kondisi dipuji.
Oleh lantaran itu, Burhanuddin menginstruksikan seluruh pejabat baru untuk segera mencurahkan segenap tenaga, pikiran, dan keahlian terbaik mereka guna memulihkan marwah lembaga serta memperkuat kembali kepercayaan publik (public trust).
Secara khusus, Jaksa Agung meminta agar para pejabat baru segera memberikan perhatian serius terhadap penanganan perkara-perkara nan bergesekan langsung dengan rencana hidup masyarakat luas, maupun perkara nan berakibat besar terhadap finansial dan perekonomian negara.
Ia juga menekankan pentingnya pemerataan penanganan korupsi agar tidak lagi terpusat di Kejaksaan Agung semata, melainkan mendorong Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri untuk berani mengambil bagian dalam menangani perkara-perkara korupsi strategis secara ahli dan bertanggung jawab.
Mengingat besarnya pengawasan dan perhatian masyarakat terhadap keahlian Kejaksaan saat ini, Jaksa Agung mengingatkan agar seluruh insan Adhyaksa selalu menjaga integritas serta menghindari segala corak perbuatan tercela nan dapat mencederai nama baik institusi.
"Sumpah kedudukan nan telah diucapkan kudu dimaknai sebagai janji suci dan tanggung jawab nan kelak dimintai pertanggungjawabannya kepada negara, masyarakat, dan Tuhan nan Maha Esa," ujar Burhanuddin.
Berkaitan dengan penekanan tugas spesifik bagi para kepala Kajati nan baru dilantik, Jaksa Agung mengarahkan agar para Kajati segera beradaptasi dan mengidentifikasi dinamika persoalan di wilayah kerja masing-masing secara cepat, tepat, dan proporsional.
Penegakan norma di wilayah diserukan untuk dilaksanakan secara senyap, tenang, terukur, dan tanpa menimbulkan kegaduhan nan kontraproduktif, karena para Kajati merupakan gambaran dan representasi lembaga Kejaksaan di daerah.
Selain itu, para Kajati diinstruksikan untuk membangun sinergi nan solid berbareng unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) demi menjaga stabilitas wilayah tanpa mengorbankan independensi institusi.
"Transparansi publik juga kudu diperkuat melalui publikasi capaian keahlian secara aktif dan berkelanjutan. Dari sisi internal, pengawasan melekat (waskat) wajib ditingkatkan secara ketat agar tidak ada ruang bagi penyalahgunaan wewenang, dan setiap indikasi pelanggaran kudu ditindak tegas secara berjenjang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Para pejabat di wilayah pun dituntut untuk senantiasa menjaga keteladanan integritas diri serta family melalui pola hidup nan sederhana, tegas, dan bertanggung jawab," kata Burhanuddin.
Sementara itu, bagi para pejabat eselon II di lingkungan Kejaksaan Agung nan baru dilantik, Jaksa Agung menginstruksikan untuk segera mempelajari dan menguasai seluruh tugas, fungsi, serta kewenangan baru sesuai dengan ketentuan nan berlaku.
Mengingat Kejaksaan Agung bertindak sebagai pusat perumusan kebijakan dan pengendali penyelenggaraan tugas secara nasional, pemahaman nan komprehensif sangat diperlukan agar penegakan norma di seluruh wilayah Indonesia melangkah seragam, konsisten, dan berkualitas.
Para pejabat eselon II juga diminta segera melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap keahlian di satuan kerja masing-masing untuk memetakan kekuatan dan kelemahan nan ada sebagai dasar perumusan strategi nan terintegrasi. Sinergi dan komunikasi nan terbuka antarbidang kudu diperkuat guna mencegah tumpang tindih kewenangan serta mempercepat penyelesaian tugas.
Seluruh jejeran eselon II diharapkan memberikan support penuh terhadap kebijakan strategis Kejaksaan dengan senantiasa berpatokan pada prinsip tata kelola pemerintahan nan baik (good governance).
Mengakhiri amanatnya, Burhanuddin menyampaikan apresiasi dan terima kasih nan setinggi-tingginya kepada para pejabat lama atas pengabdian dan jasa-jasanya selama bertugas, serta kepada para istri pengurus Ikatan Adhyaksa Dharma Karini atas kesetiaan dan support nan diberikan.
"Ibarat matahari, kedudukan pasti bakal terbenam, tetapi sinar pengabdian bakal senantiasa menyala. Semoga setiap langkah nan kita tempuh berbobot ibadah, setiap Amanah nan kita tunaikan membawa berkah dan setiap kebaikan nan kita tanam menjadi jejak kemuliaan hingga akhir hayat," pungkas Jaksa Agung menutup pesannya.
(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·