Para pemain PSIM Yogyakarta.(Antara)
MANAJER PSIM Yogyakarta, Iksan Mahar, menegaskan bahwa timnya saat ini tengah konsentrasi penuh pada pematangan strategi selama masa pramusim. Langkah ini diambil sebagai persiapan matang menjelang bergulirnya kejuaraan musim 2026/2027.
Berdasarkan keterangan resmi klub pada Rabu (19/8), Iksan menjelaskan bahwa proses pematangan tersebut dilakukan melalui serangkaian pertandingan uji coba. Salah satu agenda terbaru adalah laga menghadapi Persekabpas Kabupaten Pasuruan nan digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, pada Senin (18/8) lalu.
Iksan menekankan bahwa dalam setiap laga uji coba nan dijalani Laskar Mataram, manajemen dan tim pembimbing tidak menitikberatkan pada skor akhir. Tujuan utama dari rangkaian pertandingan ini adalah untuk memandang sejauh mana kesiapan tim dari beragam aspek fundamental.
"Secara keseluruhan sejak awal uji coba kita memang bukan untuk mencari hasil, melainkan gimana menyempurnakan tim secara taktis, teknis, hingga kondisi bentuk para pemain," ujar Iksan.
Ia menambahkan bahwa pertandingan latih tanding menjadi sarana pertimbangan nan sangat penting. Melalui laga-laga tersebut, tim pembimbing dapat memandang kekurangan nan tetap ada sebelum kejuaraan resmi dimulai.
Membangun Koneksi dan Chemistry Pemain
Dalam dua pekan terakhir, agenda uji tanding PSIM difokuskan untuk mematangkan susunan sebelas pertama (starting eleven). Selain itu, membangun hubungan antar-pemain menjadi prioritas, terutama bagi para penggawa baru nan berasosiasi musim ini.
Iksan menyoroti lini depan nan dinilai tetap memerlukan waktu untuk mencapai performa maksimal. "Kami memandang adanya kekurangan di area tersebut dan perihal ini tentu menjadi evaluasi, terutama bagi beberapa pemain baru di lini depan nan terlihat tetap mencari langkah dan corak permainan terbaik. Tidak hanya secara taktis, tetapi juga hubungan antar-pemain," jelasnya.
Rotasi dan Evaluasi Berkelanjutan
Selain aspek taktis, tim pembimbing juga terus melakukan rotasi pemain. Hal ini bermaksud untuk menguji kesiapan setiap perseorangan di dalam skuad saat diberikan kepercayaan tampil di lapangan. Iksan mengakui tetap ada beberapa titik kelemahan nan ditemukan, namun dia optimistis perihal tersebut bakal teratasi seiring berjalannya proses latihan.
"Kami memang tetap memandang beberapa titik kelemahan, tetapi ini tentu belum bisa menjadi tolok ukur gimana mereka bermain di liga nanti," pungkas Iksan.
Dengan waktu nan tersisa sebelum kick-off liga, PSIM Yogyakarta berkomitmen untuk terus berbenah demi mencapai sasaran maksimal di musim 2026/2027. (Ant/I-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·