Penampakan tanaman pagi nan mengering lantaran diserang (benih)penyakit wereng cokelat.((MI/Amiruddin Abdullah Reubie))
SEBAGIAN petani di Kabupaten Pidie, Aceh, mulai resah. Pasalnya, tanaman padi musim gadu (musim tanam kedua) milik mereka diserang (benih)penyakit nan diduga wereng cokelat.
Pantauan Media Indonesia di Kemukiman Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, menunjukkan (benih)penyakit pengisap cairan pada pelepah batang padi tersebut menyerang tanaman nan berumur sekitar 2,5 bulan.
Padahal, tanaman padi saat ini sedang memasuki fase pengisian bulir. Serangan (benih)penyakit itu berkembang sangat cepat. Dua hari lalu, serangan baru ditemukan di satu lokasi. Kini, (benih)penyakit telah menyebar ke dua titik. Dalam tiga hari, area serangan terus meluas dan susah dikendalikan.
"Diameter serangannya terus meluas. Tanaman nan terserang menguning dan mengering seperti terbakar," kata Abdullah, petani di Kemukiman Lampoih Saka, Kecamatan Peukan Baro, Minggu (2/7).
Jika tidak segera ditangani, serangan (benih)penyakit tersebut dikhawatirkan bakal terus meluas ke areal persawahan di sekitarnya. Apabila kondisi itu berlanjut, tanaman padi berpotensi mengalami puso alias kandas panen.
Catatan Media Indonesia menunjukkan, dalam lima tahun terakhir serangan wereng cokelat kerap terjadi di Kabupaten Pidie. Serangan tersebut diduga mudah menyebar lantaran tetap banyak petani menggunakan bibit galur alias bibit nan tidak bersertifikat. (MR/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·