Kreator konten Jerhemy Owen tampil dalam aktivitas berjudul "Karya Positif untuk Indonesia: Cara Kreator Muda Manfaatkan TikTok untuk Menggerakkan Perubahan Nyata" di Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).(ANTARA/Abdu Faisal)
KREATOR konten Jerhemy Owen memanfaatkan platform TikTok untuk menggerakkan tindakan nyata pelestarian lingkungan. Melalui program berjudul "Wenanam", dia membujuk masyarakat untuk berkontribusi menghijaukan kembali lahan kritis di wilayah Aceh nan terdampak musibah alam.
Program Wenanam dirancang untuk memudahkan partisipasi publik melalui aktivitas digital. Warga dapat menyalurkan support satu bibit pohon hanya dengan membagikan konten kreasi Jerhemy di TikTok sebanyak 15 kali. Selain itu, masyarakat juga dapat menyumbangkan biaya alias mendaftar sebagai relawan melalui laman resmi hub.wwf.id/id/Dukung-Wenanam-2026.
Saat ditemui di Jakarta Selatan pada Selasa (19/8), Jerhemy menjelaskan bahwa buahpikiran ini muncul setelah dia berbincang dengan rekan-rekannya di TikTok pasca menghadiri konvensi perubahan suasana PBB di Azerbaijan pada November 2024. Lulusan pengetahuan lingkungan dari Belanda ini mau menggabungkan kekuatan media sosial dengan aktivitas penghijauan nan terukur.
Target dan Capaian Program
Setelah sukses menanam 10.000 bibit di Bogor sepanjang tahun 2025, Jerhemy mematok sasaran nan jauh lebih besar untuk tahun 2026, ialah 250.000 bibit pohon. Fokus utama penanaman kali ini adalah wilayah Aceh nan pada tahun 2025 mengalami banjir dan tanah longsor hebat.
| Nama Program | Wenanam |
| Target Penanaman 2026 | 250.000 Bibit Pohon |
| Lokasi Utama | Lahan kritis pascabencana di Aceh |
| Mekanisme Digital | 15 kali share konten TikTok = 1 bibit |
| Capaian 2025 | 10.000 bibit di Bogor |
Mitigasi Bencana dan Konflik Satwa
Penanaman di Aceh tidak hanya bermaksud untuk pemulihan lahan pascabencana, tetapi juga sebagai solusi jangka panjang terhadap bentrok antara manusia dan satwa liar. Jerhemy menjelaskan bahwa pemilihan jenis pohon dilakukan secara strategis.
"Kita nanam di letak nan betul-betul terjadinya akibat musibah tersebut untuk mengembalikan lahan nan rusak. Termasuk juga di desa-desa agar tidak ada lagi bentrok antara gajah dan manusia," ujar Jerhemy.
Strategi nan diterapkan meliputi penggunaan pohon nan tidak disukai gajah sebagai pembatas alami, serta penanaman pohon nan disukai gajah di area tertentu. Selain itu, bibit produktif seperti kopi dan durian juga diberikan kepada penduduk setempat agar hasilnya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dalam dua tahun ke depan.
Aksi Sosial Lainnya: Wengalir
Selain konsentrasi pada penghijauan, Jerhemy juga menjalankan program "Wengalir". Program ini bermaksud membantu pengadaan prasarana air bersih, seperti tangki dan pipa, bagi penduduk di Desa Wokowoe dan Wokodekororo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui konten edukasi di platform digital, Jerhemy mengaku mendapatkan respons positif, terutama melalui fitur stage comment di TikTok. Ia menyebut bahwa konten-konten tersebut tidak hanya membujuk orang berdonasi, tetapi juga menginspirasi banyak pengikutnya untuk menempuh pendidikan di bagian teknik lingkungan. (Ant/Z-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·