Kepala Bidang Perkeretaapian Dishub DKI Jakarta Burniandito Sukma.(MI/Mohammad Farhan Zhuhri)
DINAS Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta tengah menyiapkan jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk menghubungkan Stasiun LRT Manggarai dengan Stasiun KAI Manggarai. Namun, akomodasi integrasi ini dipastikan belum bisa digunakan saat peresmian LRT Jakarta Fase 1B pada Agustus 2026.
Kepala Bidang Perkeretaapian Dishub DKI Jakarta, Burniandito Sukma, menjelaskan bahwa jembatan tersebut dirancang untuk menghubungkan area concourse di lantai dua stasiun secara langsung. Selain ke stasiun kereta api, akses ini juga bakal terhubung dengan Halte Trans-Jakarta di area tersebut.
“Di atas, di lantai dua, di concourse. Langsung ke Halte,” ujar Burniandito di Jakarta Pusat, Kamis (13/8).
Konsep integrasi ini bermaksud menciptakan konektivitas nan seamless bagi penumpang. Dengan adanya JPO di area stasiun, pengguna jasa tidak perlu lagi turun ke jalan raya untuk beranjak moda antara LRT Jakarta, KAI Bandara, maupun Trans-Jakarta.
Saat ini, pembangunan bentuk JPO tetap terus berjalan. Selain pengerjaan konstruksi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga sedang memproses Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT KAI, mengingat pembangunan tersebut memanfaatkan lahan milik perusahaan operator kereta api tersebut.
Meski izin prinsip dari pihak KAI sudah dikantongi, Burniandito menegaskan bahwa sasaran penyelesaian JPO tidak berbarengan dengan seremoni peresmian LRT bulan ini. Ia memperkirakan akomodasi pendukung tersebut baru bakal rampung sepenuhnya dalam beberapa bulan ke depan.
“Masih berproses pembangunan. Tapi secara perjanjian harusnya di dua-tiga bulan ini selesai,” pungkasnya. (Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·