Kacau! Pemadaman Listrik Massal Terus Terjadi, Warga Hidup Seadanya

2 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Krisis listrik Kuba memaksa penduduk memperkuat tanpa listrik lebih dari 24 jam. Banyak tidur di atap, mengandalkan generator, hingga berkumpul menonton TV di jalan.

Warga sebuah gedung apartemen, nan dikenal di Kuba sebagai "solar," makan malam di anjungan saat jaringan listrik nasional Kuba runtuh, menandai pemadaman total kedua dalam seminggu di tengah krisis daya parah nan telah menjadikan pemadaman listrik

Krisis listrik nan terus memburuk di Kuba memaksa penduduk mencari beragam langkah untuk memperkuat dari panas dan pemadaman berkepanjangan. Saat jaringan listrik nasional kembali runtuh sejak Jumat (10/7/2026), ribuan penduduk Havana kudu menjalani lebih dari 24 jam tanpa aliran listrik, memperparah kondisi nan sudah mereka hadapi selama berbulan-bulan. (REUTERS/Norlys Perez)

Frank Alfonso, 39 tahun, duduk di atas kasur di genting sebuah gedung untuk menghangatkan diri saat jaringan listrik nasional Kuba runtuh, menandai pemadaman total kedua dalam seminggu di tengah krisis daya parah nan telah menjadikan pemadaman listrik sebagai realita sehari-hari, di Havana, Kuba, 11 Juli 2026.

Dikutip Reuters Senin (13/7/2026), Frank Alfonso, 39 tahun, nyaris setiap malam tidur di genting rumah untuk menghindari hawa panas akibat seringnya pemadaman listrik. Namun, hujan nan turun berbarengan dengan kolapsnya jaringan listrik pada Jumat sore membuatnya kehilangan satu-satunya tempat nan terasa lebih sejuk. Alfonso tinggal di salah satu solares, kompleks rumah susun tua di Havana nan telah dibagi menjadi unit-unit kediaman mini dan dihuni ribuan warga. (REUTERS/Norlys Perez)

Para tetangga berkumpul di anjungan untuk menghangatkan diri saat jaringan listrik nasional Kuba runtuh, menandai pemadaman total kedua dalam seminggu di tengah krisis daya parah nan telah menjadikan pemadaman listrik sebagai realita sehari-hari, di Havana, Kuba, 11 Juli 2026.

Selama lebih dari 24 jam pada akhir pekan, kehidupan penduduk berjalan dalam kegelapan. Aktivitas sehari-hari tetap dijalankan meski tanpa listrik, kondisi nan menurut banyak penduduk sekarang telah menjadi rutinitas. Mereka menilai jaringan listrik Kuba nan telah menua memang sudah lama bermasalah, tetapi situasinya memburuk dalam beberapa bulan terakhir. (REUTERS/Norlys Perez)

Leosdan Sanchez, 54 tahun, seorang ayah dari tiga anak, menyiapkan tempat tidur di lantai rumahnya saat jaringan listrik nasional Kuba runtuh, menandai pemadaman total kedua dalam seminggu di tengah krisis daya parah nan telah menjadikan pemadaman listrik sebagai realita sehari-hari, di Havana, Kuba, 10 Juli 2026.

Warga menyebut pemadaman nan sebelumnya hanya terjadi sesekali sekarang berjalan nyaris tanpa henti. Kondisi itu dipicu semakin terbatasnya pasokan bahan bakar setelah blokade minyak nan diberlakukan Amerika Serikat, sehingga memperburuk krisis daya nan melanda negara tersebut. (REUTERS/Norlys Perez)

Seorang wanita nan tinggal di sebuah gedung apartemen, nan dikenal di Kuba sebagai

Di apartemen lantai pertama gedung nan sama, Thalia Castillo, 28 tahun, berupaya menjaga kenyamanan bayi laki-lakinya nan baru berumur tiga bulan, Thayler. Ia mengandalkan kipas angin mini berkekuatan baterai untuk mengurangi hawa panas dan mengusir nyamuk saat menyusui. Keluarganya sempat menikmati listrik lebih lama berkah generator kiriman sang nenek dari Amerika Serikat, tetapi ketika bahan bakar habis, mereka kembali terdampak pemadaman. (REUTERS/Norlys Perez)

Maria Teresa Marti, 32 tahun, mengupas mangga untuk anak-anaknya saat jaringan listrik nasional Kuba runtuh, menandai pemadaman total kedua dalam seminggu di tengah krisis daya parah nan telah menjadikan pemadaman listrik sebagai realita sehari-hari, di Havana, Kuba, 11 Juli 2026.

Tanpa pendingin nan berfungsi, persediaan daging kaku di dalam freezer mulai mencair. Castillo kudu berulang kali membersihkan cairan bercampur darah nan merembes dari daging ke dalam lemari es agar bahan makanan nan tersisa tidak semakin rusak. (REUTERS/Norlys Perez)

Warga dan tetangga sebuah gedung apartemen berkumpul di jalan untuk menonton Piala Dunia di televisi nan terhubung ke generator listrik saat jaringan listrik nasional Kuba runtuh, menandai pemadaman total kedua dalam seminggu di tengah krisis daya parah nan telah menjadikan pemadaman listrik sebagai realita sehari-hari, di Havana, Kuba, 11 Juli 2026.

Meski listrik belum juga pulih hingga Sabtu malam (11/7/2026), sebagian penduduk tetap berupaya mencari hiburan. Juan Pablo Plat berbareng para tetangganya menyalakan generator untuk menghidupkan televisi dan menyaksikan pertandingan perempat final sepak bola di jalan. Puluhan penduduk berkumpul mengelilingi layar, sementara sebagian besar lingkungan dan area jalan raya pesisir Havana tetap diselimuti kegelapan, menjadi gambaran nyata krisis listrik nan tetap membayangi kehidupan masyarakat Kuba. (REUTERS/Norlys Perez)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Selengkapnya