Kageogama Dukung BMKS, dari Kekayaan Geologi Menuju Kedaulatan Nilai

4 jam yang lalu 3

loading...

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan sasaran BMKS beraksi mulai 1 Januari 2027 di bawah pengawasan OJK pada Rapat Paripurna Masa Persidangan I DPR RI 2026–2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Setpres

JAKARTA - Kageogama, Ikatan Alumni Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mendukung rencana pemerintah membentuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) sebagai fondasi Indonesia Reference Price. Kebijakan ini menyentuh persoalan nan lebih mendasar daripada sekadar tempat transaksi.

Apakah kekayaan pengetahuan bumi Indonesia dapat diterjemahkan menjadi nilai ekonomi nan transparan, berkekuatan tawar, dan betul-betul kembali sebesar-besarnya kepada bangsa.

Baca juga: Peta Geologi Bumi dengan Lempeng Tektonik Terbaru Diterbitkan

Ketua Umum Kageogama periode 2024–2027 Sonny Yudhistira menilai arah kebijakan tersebut relevan dengan tanggung jawab Indonesia sebagai negara dengan pedoman sumber daya pengetahuan bumi nan besar.

Keunggulan sebagai produsen tidak cukup andaikan negara tidak mempunyai sistem nan bisa menjaga integritas data, kualitas komoditas, dan kelaziman transaksi.

“Ini momentum memperbaiki hubungan antara sumber daya nan kita miliki dan nilai nan kembali kepada bangsa. Kami mendukung arahnya dengan satu prinsip: tata kelola kudu berbasis ilmu, transparan, kompetitif, dan dapat dipercaya. Negara tidak cukup hanya mempunyai komoditas; negara kudu bisa menjaga integritas sistem nan membikin komoditas itu dihargai secara wajar," ujar Sonny, Kamis (20/8/2026).

Dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR–DPD pada 14 Agustus 2026, Presiden Prabowo Subianto menyebut pengawasan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) terhadap lebih dari 6.500 transaksi ekspor dalam 2 bulan 13 hari menemukan potensi tambahan sekitar USD5 miliar dari perbedaan dan penyesuaian harga.

Selengkapnya