Jakarta, CNBC Indonesia - Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan melanda sejumlah wilayah Kalimantan mulai berakibat pada aktivitas penerbangan. Asap tebal membikin jarak pandang di sejumlah wilayah menurun hingga mengganggu operasional bandara.
Kondisi ini terjadi ketika karhutla di Kalimantan Tengah meluas. Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, misalnya, kualitas udara pada Rabu (19/8/2026) sempat mencapai indeks 487 alias masuk kategori berbahaya, sementara jarak pandang di sejumlah wilayah hanya sekitar 1,4 kilometer.
Kondisi tersebut juga terjadi berbarengan dengan tingginya aktivitas titik panas. Sebanyak 1.795 titik panas terdeteksi di Kalimantan Tengah, dengan 281 titik berada di wilayah Kota Palangka Raya. Asap karhutla apalagi telah berakibat pada aktivitas sekolah di wilayah tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan kondisi serupa telah mulai memengaruhi penerbangan, terutama di Kalimantan Barat. Sejumlah penerbangan apalagi kudu dibatalkan lantaran jarak pandang dinilai sudah tidak memungkinkan untuk mendukung penerbangan.
Kebakaran rimba dan lahan di Desa Tumbang Nusa, Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (13/8/2026). (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana) Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
"Untuk Kalimantan memang tadi seperti di Kalimantan Barat, ada pembatalan penerbangan lantaran asap di sana sudah cukup mengganggu jarak pandang. Tadi seperti nan disampaikan Pak Ketua juga di Komisi 5, bahwa untuk hari besok ada pembatalan penerbangan lantaran jarak pandang nan sudah tidak memungkinkan. Jadi memang pada beberapa titik, khususnya di Kalimantan ya, Kalimantan Barat itu agak sedikit terganggu," kata Dudy di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Kemenhub belum merinci jumlah penerbangan nan terdampak akibat kondisi tersebut. Pemerintah tetap memantau perkembangan jarak pandang di sejumlah titik sebelum menentukan langkah operasional selanjutnya.
"Saya belum di-update, tapi memang ada beberapa. Kita lihat kondisinya," ujar Dudy.
Salah satu airport nan disebut terdampak berada di Kalimantan Barat. Bandara Supadio menjadi perhatian lantaran kondisi cuaca dan jarak pandang di sekitar wilayah tersebut perlu dipantau secara berkala untuk memastikan keselamatan penerbangan.
Dudy meminta seluruh maskapai meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap tetap terjadi. Informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi salah satu referensi utama dalam menentukan kondisi penerbangan.
"Kita mengingatkan kepada seluruh airlines untuk berhati-hati, selalu memonitor info dari BMKG mengenai dengan cuaca. Itu nan paling penting," kata Dudy.
Kondisi karhutla di Kalimantan memang telah meluas ke sejumlah wilayah. Selain Kalimantan Barat, kabut asap juga dilaporkan mengganggu aktivitas masyarakat di Kalimantan Tengah, termasuk pendidikan, akibat memburuknya kualitas udara dan jarak pandang.
"Yang di Kalimantan Barat tentu saja Supadio ya. Nanti saya mesti pembaruan lagi untuk titik-titiknya. Tapi nan pasti bahwa info dari BMKG itu bakal sangat membantu kita untuk memonitor cuaca," ujar Dudy.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

12 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·