Kampus Ini Sosialisasi dan Komunikasi Kebencanaan Bagi Masyarakat Guna Mitigasi Banjir Rob di Penjaringan

2 jam yang lalu 5
Kampus Ini Sosialisasi dan Komunikasi Kebencanaan Bagi Masyarakat Guna Mitigasi Banjir Rob di Penjaringan Ilustrasi(Dok Istimewa)

FAKULTAS Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta (FISH-UNJ), menyelenggarakan aktivitas Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) di wilayah Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, DKI Jakarta, pada Kamis (30/7/2026). Kegiatan ini melibatkan tim pengajar Pendidikan Ilmu Komunikasi dan Geografi UNJ serta mahasiswa, dengan mengusung tema “Komunikasi Kebencanaan dalam Menghadapi Ancaman Banjir Rob”.

FGD berbareng pemerintah setempat dan masyarakat untuk melakukan penggalian info mengenai kebencanaan dan upaya mitigasinya, sudah dilakukan di kelurahan Penjaringan beberapa waktu sebelumnya.

Kegiatan diawali dengan penerimaan dan sambutan secara resmi. Dalam pembukaan kegiatan, Ketua Tim P2M FISH UNJ Dr. E. Nugrahaeni P., M.Si. menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta mengikuti kegiatan. “Saya salut dan berterima kasih memandang semangat belajar siswa siswi di sini,” ungkap Nugrahaeni.

Senada disampaikan Tim P2M FISH UNJ Prof. Dr. Cahyadi Setiawan, sebagai narasumber mengutarakan agar materi nan diberikan dapat memberikan faedah bagi masyarakat, khususnya generasi muda. “Semoga pengetahuan nan diberikan dapat digunakan sebagai bekal para siswa, agar mereka memahami bahwa banjir rob itu berangkaian dengan penurunan muka tanah nan terjadi di wilayah pesisir,” ujarnya.

Kegiatan P2M dilanjutkan dengan penggalian info mengenai kondisi banjir rob nan dihadapi masyarakat di Kelurahan Penjaringan. Sebagai wilayah nan berada di area pesisir, masyarakat setempat menghadapi ancaman banjir rob nan dapat terjadi ketika permukaan air laut mengalami kenaikan. Kondisi tersebut turut dirasakan penduduk dan berakibat pada aktivitas sehari-hari.

Salah seorang siswa SMA Harapan Kasih, Muhammad Ibnu Hidayat, turut menceritakan kondisi banjir nan dialaminya. “Hampir setiap hari terkena banjir karena permukaan air laut sering naik, lantaran rumah hanya beberapa ratus meter dari laut,” katanya.

Banjir nan terjadi tidak hanya berupa genangan dalam waktu singkat. Menurut Violet, siswi SMP Cordova, keberadaan pompa air menjadi salah satu perihal krusial dalam membantu mengurangi genangan. “Semenjak ada pompa air banjir jadi lebih sigap surut, sebelumnya bisa sampai seminggu” ujarnya.

Kondisi banjir rob juga berakibat pada akomodasi dan lingkungan sekitar. H. Chairil Anwar, selaku Kepala Yayasan Salahudin, menjelaskan bahwa air banjir rob dapat masuk ke area sekolah. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya penyesuaian terhadap gedung secara berulang. “Ketika banjir rob, air semua masuk ke area sekolah, sekolah juga sudah empat kali melakukan peninggian,” kata H. Chairil Anwar.

Peninggian gedung tersebut menjadi salah satu corak penyesuaian terhadap kondisi lingkungan nan berulang kali terdampak banjir. Selain berakibat pada kondisi bentuk bangunan, genangan nan terjadi juga menimbulkan persoalan lingkungan, seperti meningkatnya keberadaan nyamuk nan berpotensi meningkatkan akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Dalam menghadapi genangan, masyarakat dan pihak mengenai telah melakukan beragam corak penyesuaian, salah satunya melalui penggunaan pompa air. Namun, kondisi banjir nan berjalan cukup lama menunjukkan diperlukan pemahaman dan kesiapsiagaan nan lebih baik dalam menghadapi ancaman banjir rob.

Melalui aktivitas P2M ini, tim pengajar dan mahasiswa UNJ tidak hanya memperoleh info mengenai kondisi banjir rob, juga berinteraksi dengan masyarakat dan penduduk sekolah untuk memahami pengalaman serta kebutuhan mereka dalam menghadapi bencana. Informasi nan diperoleh dari lapangan menjadi bagian krusial dalam memandang komunikasi kebencanaan dapat berkedudukan dalam menyampaikan info mengenai akibat dan kesiapsiagaan secara lebih efektif.

Komunikasi kebencanaan menjadi salah satu aspek krusial dalam menghadapi ancaman banjir rob. Penyampaian info nan jelas dan mudah dipahami dapat membantu masyarakat mengenali risiko, memahami kondisi nan dihadapi, serta mengetahui langkah nan dapat dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi banjir.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara UNJ dengan masyarakat Kelurahan Penjaringan sekaligus menjadi ruang pertukaran info antara akademisi, masyarakat, pemerintah setempat, dan penduduk sekolah. Melalui kerjasama tersebut, pengetahuan mengenai kebencanaan diharapkan tidak hanya diperoleh melalui aktivitas pembelajaran, juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan P2M di Kelurahan Penjaringan menjadi salah satu corak kontribusi UNJ dalam mendukung peningkatan pemahaman masyarakat terhadap ancaman musibah di wilayah pesisir. Dengan mengangkat komunikasi kebencanaan sebagai tema utama, aktivitas ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya masyarakat nan lebih sadar terhadap akibat dan lebih siap menghadapi ancaman banjir rob.(H-2)

Selengkapnya