Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kementerian Perdagangan Deden Muhammad Fajar Shiddiq menghadiri pembukaan IndoBeauty Expo 2026 di Jakarta, Rabu (5/8).(Dok Istimewa)
Kinerja ekspor produk sektor kecantikan dan perawatan Indonesia menunjukkan tren positif. Pada 2025, nilai ekspornya mencapai 2,05 miliar Dollar AS alias tumbuh 16,19% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara, produk kosmetik nan menjadi bagian dari golongan produk kecantikan dan perawatan tersebut, nilai ekspornya meningkat dari 416 juta Dollar AS pada 2024, menjadi sekitar 673 juta Dollar AS pada 2025, alias tumbuh 13,7%.
Demikian diungkapkan Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kementerian Perdagangan Deden Muhammad Fajar Shiddiq saat membuka IndoBeauty Expo 2026 di Jakarta, Rabu (5/8).
Kementerian Perdagangan, kata Deden, terus memperkuat ekspor produk kosmetik Indonesia melalui ekspansi akses pasar, penyelenggaraan pameran dagang, hingga penguatan posisi produk upaya mini dan menengah (UKM) di jaringan ritel modern. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga tren positif ekspor industri kecantikan nasional nan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
“Capaian ini menunjukkan industri kosmetik Indonesia mempunyai daya saing nan semakin baik di pasar internasional. Salah satu aspek nan mendukung adalah penyelenggaraan beragam pameran, baik di dalam maupun luar negeri, sebagai media promosi produk nasional,” kata Deden
Deden menyatakan, tren pertumbuhan tersebut diproyeksikan tetap bersambung hingga memasuki 2026 meskipun kondisi ekonomi dunia tetap menghadapi beragam tantangan.
Untuk mempertahankan momentum tersebut, Kemendag menjalankan dua strategi utama. Di pasar domestik, pemerintah berupaya memperkuat posisi produk lokal, khususnya buatan UKM, agar bisa menguasai pasar nasional. Salah satu langkah nan ditempuh adalah menjalin kemitraan dengan jaringan ritel modern, termasuk kerja sama dengan supermarket untuk memperluas penyerapan produk UKM.
Sementara di pasar internasional, pemerintah mendorong diversifikasi tujuan ekspor. Selain mempertahankan pasar utama seperti Amerika Serikat, India, Tiongkok, Jepang, dan negara-negara ASEAN, Kemendag juga membuka akses ke pasar-pasar nontradisional melalui perjanjian perdagangan dan pengembangan produk nan sesuai dengan kebutuhan masing-masing negara.
"Pameran bahan baku, produk, peralatan, hingga bungkusan industri kecantikan seperti IndoBeauty Expo 2026 menjadi salah satu instrumen krusial dalam mendukung strategi tersebut. Kami berambisi pameran ini dapat memberikan hasil maksimal sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat produk lokal dan meningkatkan kontribusi ekspor nasional,” ujarnya.
CEO Krista Exhibitions Group Daud D. Salim penyelenggara IndoBeauty Expo 2026 menyatakan, pameran nan memasuki penyelenggaraan ke-16 itu telah berkembang menjadi arena upaya internasional nan mempertemukan produsen, distributor, pemilik merek, beauty professional, investor, dan pelaku upaya dari beragam negara.
Selain perusahaan lokal, pameran nan berjalan pada 5–7 Agustus 2026 tersebut diikuti 65 peserta dari lebih dari delapan negara, ialah Indonesia, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Korea Selatan, Thailand, Hong Kong, Malaysia, dan China. Para pengusaha, termasuk nan baru merintis, bisa mencari perusahaan maklun beragam produk kecantikan dan kosmetik di sini.(X-6)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·