Kantongi Margin 7%, Neraca Keuangan Bulog Bisa Balik Positif Rp1,14 T

1 hari yang lalu 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Perum Bulog memproyeksikan neraca keuangannya berbalik positif hingga Rp1,14 triliun pada akhir tahun, setelah pemerintah menyetujui perubahan skema margin perusahaan. Persetujuan tersebut menjadi salah satu support pemerintah untuk memperkuat peran Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, sebelumnya margin nan diterima Bulog hanya sebesar Rp50 per kilogram (kg). Kini, pemerintah menyetujui perubahan margin menjadi 7%, nan jika dikonversi nilainya sekitar Rp970 per kg.

"Kami telah disetujui oleh pemerintah, dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto), Bapak Menteri Pertanian (Amran Sulaiman), Bapak Menko Pangan (Zulkifli Hasan), Bapak Menteri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa) , dan seluruh menteri lainnya termasuk Pak Mensesneg (Prasetyo Hadi), ialah margin Bulog nan dulunya Rp50 per kg, sekarang menjadi 7%," kata Rizal dalam konvensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Senin (3/8/2026).

"Nah 7% itu jika dikalkulasikan dengan nomor menjadi sekitar Rp970 per kg. Sehingga dengan Rp970 tersebut jika diperhitungkan sampai dengan akhir tahun, maka diproyeksikan neraca finansial Bulog bakal menjadi positif ialah sekitar Rp1,14 triliun," sambungnya.

Rizal menilai, support pemerintah tersebut menjadi modal bagi Bulog untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kualitas pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

"Ini semua berkah kerja keras bersama. Dengan penambahan hasil nan positif, kami Bulog bakal memperbaiki dan meningkatkan kualitas serta meningkatkan tingkat pelayanan kami kepada masyarakat, dan kami berjanji bakal melakukan nan terbaik untuk bangsa dan negara Republik Indonesia," ujar dia.

Sebagai tindak lanjut, Bulog juga bakal meningkatkan anggaran operasional pemeliharaan penyimpanan mulai September 2026. Kenaikan anggaran itu ditujukan untuk menjaga kualitas beras nan disimpan di gudang-gudang Bulog.

"Khusus teman-teman kepala penyimpanan dan kawan-kawan nan selama ini sebagai ujung tombak, dan tulang punggung Bulog nan memelihara dan merawat beras-beras Bulog, kami naikkan biaya operasionalnya di penyimpanan menjadi dua kali lipat. Harapan kami, kualitas dari beras dan standarisasi beras tetap terjaga sesuai dengan nan diharapkan oleh pemerintah," kata Rizal.

Perubahan sistem margin tersebut telah diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbanas) Nomor 3 Tahun 2026 nan mengubah Perbanas Nomor 7 Tahun 2025. Regulasi itu mengatur margin Bulog ditetapkan dalam corak nominal nomor berasas kuantum pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), serta digunakan untuk meningkatkan efektivitas keahlian Bulog dalam menjaga stok CBP nan kondusif dan berkualitas, stabilisasi harga, melindungi kepentingan petani, serta penguatan infrastruktur.

Rizal menilai kebijakan pemerintah memberikan margin 7% kepada Bulog merupakan langkah nan wajar, mengingat kontribusi perusahaan dalam mendukung kebijakan pangan nasional.

"Jadi ya Bulog dalam 1,5 tahun ini sudah memberikan kontribusi nan besar banget buat negeri. Jadi jika pemerintah memberikan margin kepada Bulog itu 7%, itu sama dengan BUMN-BUMN lain lah, saya pikir wajar sudah perihal nan wajar gitu loh," pungkasnya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya