Kakanwil Kementerian Haji dan Umrah Jabar, Boy Hari Novian.(MI/Naviandri)
KANTOR Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat (Jabar) memberikan apresiasi kepada Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) nan menggelar program UPI Berhaji. Yakni sebuah aktivitas nan tidak hanya mendorong sivitas akademika menunaikan rukun Islam kelima, tetapi juga membangun karakter melalui ibadah haji.
"Kami mengapresiasi aktivitas UPI Berhaji, apalagi program ini dilakukan ditengah penurunan kuota haji Provinsi Jabar. Hingga saat ini Jabar tetap menjadi provinsi dengan jumlah masyarakat muslim terbesar di Indonesia," ungkap Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Jabar, Boy Hari Novian Rabu (22/7).
Menurut Boy, kendati jumlah pendaftar hajinya tetap berada di bawah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kondisi itu ikut memengaruhi penetapan kuota haji Jabar nan sekarang hanya 29.643 jemaah dan dipastikan jumlah ini bertindak tetap hingga 2028 mendatang.
“Kolaborasi dengan UPI menjadi salah satu strategi memperluas literasi haji, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Selain membujuk masyarakat mendaftar lebih dini, pemerintah juga mulai menyiapkan penyelenggaraan Haji Inklusif pada 2027 dengan memperkuat jasa bagi lansia dan penyandang disabilitas," paparnya.
Nantinya sebut Boy, ada pendamping di Tanah Suci. Dari tanah air pun sudah ada pengarahan manasik khusus, kemudian di sana juga ada pendamping khusus. Ini bekerja sama dengan Komite Disabilitas,” terangnya.
Sementara itu, Rektor UPI Didi Sukyadi menyebut program UPI Berhaji bukan sekadar sosialisasi ibadah haji, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter nan tidak bisa diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas.
“Haji ini saya meyakini bagian dari pengembangan karakter. Karena itu Bapak, Ibu pengajar didorong untuk bisa melaksanakan ibadah haji. Kalau Bapak, Ibu mempunyai karakter nan baik, tentu bakal lebih mencintai mahasiswa dan memberikan pendidikan sepenuhnya dengan tulus dan kasih sayang kepada para mahasiswa. Walaupun dampaknya tidak langsung, Insya Allah ini bakal berakibat untuk seluruh sivitas akademika UPI,” jelasnya.
Menurut Didi, pendidikan tidak hanya berjalan di ruang kuliah, tetapi juga melalui pengalaman hidup nan membentuk sikap dan budi pekerti. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan, pengembangan karakter, sikap dan budi pekerti melalui gimana mendorong sivitas akademika bisa berhaji. Ini bagian dari pendidikan nan tidak bisa didapatkan di kelas.
Ke depan kata Didi, UPI berambisi semakin banyak dosen, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika nan mulai merencanakan keberangkatan haji. Nanti dalam praktiknya mereka bakal dibantu dan didorong agar cita-citanya berhasil.
Melalui kerjasama ini, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jabar, tidak hanya mengejar peningkatan jumlah pendaftar haji di provinsi dengan populasi muslim terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadikan kampus sebagai ruang pembentukan kesadaran bahwa ibadah haji merupakan investasi spiritual nan berakibat pada pembentukan karakter, sekaligus bagian dari upaya mewujudkan penyelenggaraan haji nan semakin inklusif pada masa mendatang.(E-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·