Kanye West akan Gelar Konser di Rusia Oktober 2026, Tiket Ludes dalam Hitungan Jam

59 menit yang lalu 2
Kanye West bakal Gelar Konser di Rusia Oktober 2026, Tiket Ludes dalam Hitungan Jam Penyanyi Kanye West(AFP/Hector RETAMAL)

RAPPER asal Amerika Serikat, Ye, nan sebelumnya dikenal sebagai Kanye West, dijadwalkan menggelar dua pagelaran besar di St Petersburg, Rusia, pada Oktober mendatang. Langkah ini menjadikannya bintang besar Barat pertama nan tampil di negara tersebut sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai empat tahun lalu.

Antusiasme fans di Rusia terlihat sangat tinggi. Tiket untuk konser nan bakal digelar di Gazprom Arena berkapasitas 70.000 bangku tersebut dilaporkan ludes terjual hanya dalam hitungan jam setelah pengumuman resmi pada Senin lalu. Harga tiket bervariasi, mulai dari kategori termurah hingga kelas VIP nan mencapai nomor fantastis.

Kategori Informasi Detail Konser
Lokasi Gazprom Arena, St Petersburg, Rusia
Kapasitas Venue 70.000 Penonton
Waktu Pelaksanaan Oktober 2026
Harga Tiket Terendah 9.000 Rubel (Sekitar Rp1,5 Juta)
Harga Tiket Tertinggi 160.000 Rubel (Sekitar Rp27,8 Juta)

Upaya Rehabilitasi Citra di Tengah Kontroversi

Rangkaian konser ini datang di saat Ye tengah berupaya memulihkan citranya setelah bertahun-tahun terjerat kontroversi akibat pernyataan antisemitis dan pro-Nazi.

Pada Januari lalu, dia sempat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui iklan satu laman penuh di Wall Street Journal, dengan dalih bahwa perilakunya dipicu oleh cedera otak dan gangguan bipolar.

Namun, perjalanan kariernya di Eropa tidak sepenuhnya mulus. Musim panas ini, sejumlah agenda tur Eropanya berantakan. Di Inggris, Wireless Festival membatalkan penampilannya setelah Kementerian Dalam Negeri (Home Office) menolak izin masuk Ye lantaran kehadirannya dianggap "tidak kondusif bagi kepentingan publik".

Meskipun konser di Prancis, Polandia, Italia, dan Republik Ceko dibatalkan, Ye tetap sukses tampil di Spanyol, Portugal, Belanda, Turki, dan Albania. Di Madrid, pertunjukannya mendapat pujian dari kritikus Javier Villuendas nan menyebut kreasi panggungnya spektakuler, meski mencatat bahwa 60% penonton adalah penduduk asing nan sengaja datang lantaran Ye dilarang tampil di negara asal mereka.

Reaksi dari Pihak Rusia

Kehadiran Ye di Rusia memicu reaksi beragam. Vitaly Milonov, seorang personil parlemen konservatif Rusia, memberikan komentar pedas dengan menyarankan agar Ye membawakan lagu-lagu tradisional Rusia daripada daftar lagu biasanya.

"Mungkin setelah ini dia bakal menghentikan tingkah menjijikkannya dan menjadi orang normal," ujar Milonov dalam sebuah pernyataan video.

Sebelum bentrok Ukraina pecah, Rusia merupakan destinasi rutin bagi band besar seperti Red Hot Chili Peppers hingga Muse. Namun, sejak perang dimulai dan label rekaman besar menangguhkan aktivitas di sana, hanya sedikit artis Barat nan berani berkunjung, seperti Tyga, Akon, dan Jason Derulo.

Catatan Kontroversi: Ye kehilangan kemitraan dengan brand besar seperti Adidas dan Balenciaga pada 2022 setelah serangkaian komentar ofensif. Meski telah meminta maaf dan mengaku mengalami bagian manik selama empat bulan, banyak pihak mempertanyakan ketulusan permohonan maaf tersebut lantaran bertepatan dengan peluncuran album barunya nan berjudul Bully.

(bbc/Z-1)

Selengkapnya