Kapal Kargo Minoan Pioneer Diserang di Selat Hormuz, Satu Kru Hilang

59 menit yang lalu 2
Kapal Kargo Minoan Pioneer Diserang di Selat Hormuz, Satu Kru Hilang Ilustrasi.(Magnific)

SATU kejadian keamanan maritim serius kembali mengguncang Selat Hormuz pada Rabu (4/8). Seorang personil kru dilaporkan hilang, sementara kru lain berjuang memadamkan api setelah suatu kapal kargo dihantam oleh proyektil tak dikenal di jalur pelayaran vital tersebut.

Perusahaan keamanan maritim Inggris, Vanguard Tech, mengidentifikasi kapal tersebut sebagai Minoan Pioneer, kapal curah berbendera Liberia. Kapal tersebut dihantam saat sedang transit ke arah utara melalui Selat Hormuz pada pukul 02.00 waktu setempat.

Kronologi Serangan

Menurut laporan Vanguard Tech, proyektil tersebut menghantam ruang mesin, nan kemudian memicu kebakaran dahsyat di area akomodasi kapal. "Kru sedang berjuang memadamkan api dan memerlukan support segera, sementara masinis ketiga (third engineer) dilaporkan hilang," demikian pernyataan resmi Vanguard.

United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) sebelumnya mengonfirmasi bahwa kejadian terjadi sekitar 37 kilometer di timur laut Al Khasab, Oman. Pihak berkuasa saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam atas serangan tersebut.

Panggilan darurat awal diteruskan oleh kapal tanker berbendera Panama, Surianame Prosperity (IMO: 9376740), nan berada di dekat lokasi. Kapal tersebut melaporkan bahwa Minoan Pioneer mengalami meninggal listrik total dan memerlukan support darurat.

Ketegangan Geopolitik nan Meningkat

Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia atas status pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang. Meskipun Presiden AS Donald Trump bersikeras bahwa jalur air tersebut dapat dibuka kembali dalam hitungan jam, pihak Iran membantah ada pembicaraan nan sedang berjalan dengan Washington.

Konteks Konflik:

Teheran dan Washington berada dalam kondisi perang sejak 28 Februari, menyusul serangan mendadak nan diluncurkan oleh AS dan Israel terhadap Iran. Meskipun sempat ada gencatan senjata dan kesepakatan awal, upaya diplomasi sejauh ini kandas menghentikan bentrok secara permanen.

Selat Hormuz, nan merupakan jalur utama bagi pasokan minyak dan gas global, terus menjadi titik api pertempuran. Iran berupaya mempertahankan kendali penuh dan memberlakukan tarif tol di selat tersebut, kewenangan nan tidak mereka jalankan sebelum perang dan ditentang keras oleh Amerika Serikat. (AFP/I-2)

Selengkapnya