Kapan Bandara Husein di Bandung Bangkit dari Kubur? Ini Tanggalnya

1 jam yang lalu 4
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan (Ditjen Hubud) Udara terus mempercepat persiapan reaktivasi Bandar Udara Husein Sastranegara, Bandung, melalui serangkaian langkah teknis dan operasional nan dilakukan secara terintegrasi berbareng seluruh pemangku kepentingan.

Persiapan reaktivasi telah dilakukan pada sisi udara _(air side)_ maupun sisi darat (land side) dalam dua hingga tiga minggu terakhir. Berdasarkan timeline nan telah disusun, seluruh kesiapan operasional untuk melayani pesawat jet ditargetkan dapat terpenuhi pada 17 September 2026.

Ditjen Hubud juga menyiapkan skenario percepatan sesuai pengarahan Menteri Pertahanan agar bandar udara siap direaktivasi pada 17 Agustus 2026. Untuk memastikan kesiapan tersebut, Ditjen Hubud bakal melakukan koordinasi lanjutan berbareng Komandan Lanud Husein Sastranegara guna menyepakati waktu penyelenggaraan reaktivasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menyampaikan bahwa seluruh proses reaktivasi dilaksanakan berasas hasil kajian operasional dan _safety assessment_ nan komprehensif.

"Reaktivasi Bandar Udara Husein Sastranegara bakal dilaksanakan secara berjenjang dengan mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap seluruh izin penerbangan sipil. Kami telah menyetujui kajian operasional dan _safety assessment_ sebagai dasar penyelenggaraan reaktivasi, serta memastikan seluruh kebutuhan teknis dan operasional dipenuhi sebelum bandar udara kembali beraksi secara optimal," ujar Lukman.

Saat ini Bandar Udara Husein Sastranegara mempunyai sejumlah keterbatasan, antara lain luas lahan nan terbatas akibat kepadatan permukiman di sekitar bandar udara, panjang landas pacu sepanjang 2.220 x 45 meter nan tidak memungkinkan untuk diperpanjang, keterbatasan Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP), serta penggunaan berbareng dengan TNI Angkatan Udara.

Bandara Husein Sastranegara. (Dok  InJourney Airports)Bandara Husein Sastranegara. (Dok InJourney Airports) Foto: Bandara Husein Sastranegara. (Dok InJourney Airports)

Untuk mendukung pelayanan pesawat kategori kritis seperti Boeing 737-800 dan Airbus A320, diperlukan sejumlah peningkatan infrastruktur, meliputi overlay runway dan taxiway, rekonstruksi apron rigid serta overlay apron fleksibel. Selain itu, diperlukan peningkatan kategori Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) menjadi Kategori 7, penambahan kendaraan Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF), penguatan personel, serta perbaikan akomodasi terminal berupa perbaikan atap, waterproofing, dan penyempurnaan akomodasi pelayanan penumpang.

Sebagai bagian dari upaya percepatan, Ditjen Hubud mendorong pemenuhan segera persyaratan PKP-PK Kategori 7 melalui mobilisasi sumber daya nan telah tersedia dengan opsi berupa pemindahan kendaraan PKP-PK dari Bandar Udara Kertajati setelah selesainya operasional pemulangan jemaah haji. Seluruh kebutuhan peralatan pendukung juga bakal dipenuhi melalui mobilisasi aset tanpa pengadaan baru sehingga proses reaktivasi dapat melangkah lebih efisien.

Ditjen Hubud juga telah menyiapkan dua opsi operasional reaktivasi. Opsi pertama adalah pengoperasian bandar udara untuk melayani pesawat ATR72-500, penerbangan upaya (business aviation), dan penerbangan charter. Sementara opsi kedua memungkinkan Bandar Udara Husein Sastranegara melayani pesawat Boeing 737-800 dan Airbus A320 dengan penerapan sistem slot management guna mengatur kapabilitas operasional secara kondusif dan efektif.

"Kami berkomitmen agar proses reaktivasi melangkah sesuai standar keselamatan penerbangan internasional. Seluruh persiapan dilakukan secara jeli melalui koordinasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan agar bandar udara dapat kembali memberikan jasa nan aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat," tutup Lukman.

(wur/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya