Upaya pemadaman karhutla di Kaltim.(Dok. Antara)
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan melanda dua wilayah di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), ialah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Paser.
Plh. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dodi Yuleova, menyampaikan bahwa peristiwa karhutla di dua kabupaten tersebut terjadi secara beruntun. Berdasarkan info nan dihimpun, total area nan terbakar mencapai 20 hektare.
"Kebakaran rimba dan lahan melanda Kelurahan Muara Sanga-sanga, Kecamatan Sanga-sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Selasa (11/8) sekitar pukul 15.20 WIB. Luas lahan nan terbakar diperkirakan sekitar 15 hektare dan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini," ujar Dodi di Jakarta, Kamis (13/8).
Dodi menjelaskan, segera setelah menerima laporan dari warga, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara langsung dikerahkan ke lokasi. Petugas melakukan tindakan pemadaman serta melokalisasi pergerakan titik api guna mencegah kebakaran meluas ke area lain.
Kondisi Karhutla di Kabupaten Paser
Selain di Kutai Kartanegara, karhutla juga melanda wilayah Kabupaten Paser pada hari nan sama. Titik api tersebar di tiga kecamatan, ialah Kecamatan Muara Komam, Tanah Grogot, dan Pasir Belengkong.
Adapun rincian area terdampak di Kabupaten Paser meliputi:
- Desa Beras Jiring di Kecamatan Muara Komam.
- Desa Tanah Grogot dan Desa Tepian Batang di Kecamatan Tanah Grogot.
- Desa Damit di Kecamatan Pasir Belengkong.
Total luas lahan nan terbakar di wilayah Paser mencapai lima hektare. Dodi menyebut bahwa proses pemadaman di wilayah ini dilakukan dengan beragam metode.
"Di Paser pemadaman menggunakan peralatan sederhana, pengerahan water truck, serta pembuatan sekat bakar untuk mengisolasi kobaran api," tambahnya.
Masyarakat di Kalimantan Timur diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di tengah periode musim tandus guna mencegah munculnya titik api baru.
Hingga saat ini, pihak berkuasa terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan api betul-betul padam dan tidak terjadi reaktivasi titik api di area jejak terbakar. (Ant/H-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·