Karhutla di Indonesia Timur Padam, BNPB Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Angin Kencang

1 jam yang lalu 3
Karhutla di Indonesia Timur Padam, BNPB Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Angin Kencang BPBD Kota Sorong berbareng petugas campuran sukses memadamkan seluruh titik api nan membakar 24 hektare lahan di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.(Dok BPBD Sorong)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan keberhasilan penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan terjadi di dua wilayah ujung utara dan timur Indonesia, ialah Sulawesi Utara dan Papua Barat Daya, dalam sepekan terakhir. 

Meskipun api telah sukses dipadamkan dan tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menjadi sirine keras mengingat musim tandus nan tengah memuncak tetap memicu kekeringan di beragam daerah.

Di Sulawesi Utara, kobaran api nan melanda Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sukses dijinakkan setelah sebelumnya melahap lima hektare lahan kering. 

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa kebakaran terjadi pada Selasa (28/7) sekitar pukul 13.00 Wita di Desa Binuanga, Kecamatan Bolangitang Timur. 

Tiupan angin kencang nan berdesir di tengah teriknya musim tandus menyebabkan api dengan sigap menjalar di lahan nan dipenuhi dedaunan dan rumput kering. Berkat kerja sigap tim campuran dari BPBD setempat, Dinas Pemadam Kebakaran, serta partisipasi aktif pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat, proses pemadaman dan pendinginan melangkah maksimal dan titik api sekarang dinyatakan padam.

Sementara itu, di ujung timur Indonesia, penanganan karhutla di Kota Sorong, Papua Barat Daya, menyisakan cerita heroik dengan tantangan berat. 

Kebakaran nan pertama kali terdeteksi pada Selasa (21/7) di wilayah Gunung Kali Ampat sempat membesar keesokan harinya akibat angin kencang di musim kemarau. Api kembali muncul pada Kamis (23/7) di area rimba Gunung Woroth, Kelurahan Kakublik. 

Dampaknya cukup masif, menghanguskan sekitar 24 hektare lahan dan merusak satu tiang listrik nan menyebabkan aliran listrik ke rumah penduduk di Kelurahan Matalamagi, Distrik Sorong Utara, sempat terputus. Secara administratif, musibah ini menyebar dan berakibat pada lima distrik serta delapan kelurahan di wilayah tersebut.

Meski akhirnya sukses dikuasai, tim campuran nan terdiri dari BPBD Kota Sorong, Damkar TNI AD, Polresta Sorong, dan pemerintah kelurahan dihadapkan pada medan nan susah dijangkau serta keterbatasan peralatan pemadaman. 

Kondisi ini sempat memperlambat proses pendinginan, namun saat ini seluruh titik api telah terkendali dan petugas tetap bersiaga memantau potensi munculnya percikan baru.

Menyikapi kondisi ini, BNPB mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat. Terkait ancaman karhutla, masyarakat diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan langkah membakar serta menghindari segala aktivitas nan berpotensi memicu percikan api. 

Jika menemukan titik api, penduduk diminta segera melaporkannya kepada abdi negara setempat agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Lebih jauh, Kepala Pusat Data BNPB juga menyoroti ancaman lain nan tak kalah genting, ialah kekeringan. Seiring tetap berlangsungnya musim kemarau, BNPB mengimbau seluruh masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, menghemat konsumsi air bersih, serta senantiasa mengikuti pengarahan pemerintah wilayah andaikan terjadi gangguan kesiapan air di lingkungan masing-masing. (LN/E-4)

Selengkapnya