Karhutla Jawa Barat Agustus 2026: 196 Hektare Lahan Terbakar di 132 Lokasi

57 menit yang lalu 2
 196 Hektare Lahan Terbakar di 132 Lokasi Ilustrasi(Dok. Kementerian LHK)

KEMARAU panjang nan melanda wilayah Jawa Barat memicu peningkatan signifikan kejadian kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Hingga Selasa (25/8), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat sebanyak 132 letak telah terdampak kebakaran nan tersebar di 19 kabupaten dan kota.

Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, mengungkapkan bahwa sebaran karhutla saat ini telah menjangkau 153 desa di 91 kecamatan. Berdasarkan info akumulasi hingga Agustus, total luas rimba dan lahan nan gosong terbakar telah mencapai 196,4 hektare.

Kabupaten Sukabumi menjadi wilayah dengan akibat kerusakan lingkungan paling parah. Luas lahan nan terbakar di wilayah tersebut mencapai 49,20 hektare. Posisi berikutnya diikuti oleh Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan.

Kabupaten Luas Lahan Terbakar (Hektare)
Sukabumi 49,20
Majalengka 25,91
Kuningan 23,80

Frekuensi Kejadian Tertinggi

Selain luas lahan, BPBD juga menyoroti intensitas kebakaran di beberapa titik. Kabupaten Sumedang mencatatkan gelombang kejadian tertinggi dengan 20 peristiwa kebakaran. Disusul oleh Kabupaten Majalengka dengan 15 peristiwa dan Kabupaten Bandung sebanyak 13 kejadian.

Tren karhutla di Jawa Barat tahun ini terpantau muncul lebih awal. Kejadian pertama dilaporkan terjadi sejak Februari di wilayah Kabupaten Bandung. Seiring dengan puncak musim kemarau, jumlah titik api dan luas area terdampak terus mengalami eskalasi hingga bulan Agustus.

Peringatan BPBD: Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra mengingat musim tandus diprediksi tetap bakal berjalan panjang. BPBD menegaskan agar penduduk tidak membuka lahan dengan langkah membakar serta menghindari aktivitas membakar sampah sembarangan nan dapat memicu rambatan api.

Hadi Rahmat menekankan bahwa peningkatan kewaspadaan sangat dibutuhkan lantaran saat ini lahan nan terbakar terus meluas dan sebarannya terus bertambah ke wilayah-wilayah baru di Jawa Barat. (SG/I-1)

Selengkapnya