Karhutla di Kerumutan, Pelalawan, Riau, memasuki hari ke-10 dan belum padam. Luas lahan terbakar mencapai 64 hektare dengan medan sulit.(Manggala Agni)
KEBAKARAN rimba dan lahan (karhutla) di Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, telah memasuki hari kesepuluh dan tetap belum bisa dipadakam. Kondisi medan lapangan nan susah ditambah banyaknya bahan bakar belukar nan tersedia di lahan gambut itu menyebabkan proses pemadaman berjalan lama.
Demi menuju ke lokasi, setiap hari regu Manggala Agni Daops Rengat kudu melangsir peralatan menggunakan sepeda motor selama sekitar 1,5 jam, kemudian melanjutkan perjalanan dengan melangkah kaki sejauh satu kilometer untuk mencapai kepala api.
Berdasarkan hasil digitasi lapangan, luas lahan nan terbakar mencapai 64 hektare dan hingga sekarang status kebakaran tetap belum padam.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengatakan akses menuju letak kebakaran nan jauh dan kondisi bahan bakar nan padat membikin upaya pemadaman memerlukan tenaga dan waktu lebih besar.
"Operasi di Kerumutan telah memasuki hari kesepuluh. Personel setiap hari kudu melangsir peralatan menggunakan kendaraan roda dua sekitar satu separuh jam, kemudian melangkah kaki sekitar satu kilometer menuju kepala api. Di lokasi, kami juga menghadapi kondisi bahan bakar nan padat sehingga proses pemadaman memerlukan kerja keras seluruh personel," kata Ferdian, Sabtu (8/8).
Meski menghadapi medan nan berat, personel Manggala Agni tetap melanjutkan operasi pemadaman berbareng tim gabungan. Berbagai strategi terus dilakukan agar akses menuju titik api semakin mudah dijangkau.
Saat ini, lanjutnya, operasi pemadaman mendapat support perangkat berat untuk membuka jalan masuk menuju letak kebakaran. Selain itu, perangkat berat juga dimanfaatkan untuk membikin sekat bakar alias ilaran api serta membangun embung sebagai sumber air bagi personel di lapangan.
"Dukungan perangkat berat sangat membantu kami. Selain membuka akses menuju lokasi, perangkat berat juga digunakan membikin sekat bakar dan membangun embung sebagai sumber air sehingga proses pemadaman diharapkan menjadi lebih efektif," ujarnya.
Ia mengungkapkan, pembukaan akses menjadi aspek krusial lantaran dapat mempercepat mobilisasi personel maupun peralatan menuju titik api nan selama ini susah dijangkau.
Meski demikian, hingga sekarang kebakaran di Kelurahan Kerumutan tetap belum sukses dipadamkan sepenuhnya. Operasi pemadamanpun terus dilanjutkan untuk memastikan api tidak meluas ke area lain.
"Kami bakal terus mengoptimalkan seluruh sumber daya nan ada berbareng para pihak. Fokus kami adalah menuntaskan pemadaman, mengendalikan seluruh titik api, dan memastikan letak betul-betul aman. Seluruh personel tetap bekerja maksimal meski kudu menghadapi medan nan berat setiap harinya," pungkasnya. (Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·