Pemadaman karhutla di Pasir Limau Kapas Riau.(Dok. BPBD/Dalkarhut Sumatar)
KEBAKARAN rimba dan lahan (Karhutla) melanda sedikitnya 50 hektare lahan gambut di Kepenghuluan Pasir Limau Kapas, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Hingga saat ini, tim campuran tetap terus berupaya menjinakkan api di letak tersebut.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, Ferdian Krisnanto, mengungkapkan bahwa operasi pemadaman telah memasuki hari ketiga pada Selasa (11/8). Petugas di lapangan menghadapi sejumlah tantangan berat dalam proses pemadaman.
“Hingga sekarang regu dari Manggala Agni Daops Dumai dan Labusel (Labuhanbatu) tetap melakukan pemadaman. Angin kencang, bahan bakar banyak dan kering, serta sumber air nan cukup jauh untuk beberapa titik api menjadi hambatan utama,” kata Ferdian.
Ia menjelaskan, vegetasi nan terbakar didominasi oleh kebun kelapa sawit dan semak belukar. Kondisi ini diperparah dengan jenis tanah gambut nan membikin api susah dipadamkan secara total lantaran bara api tersimpan di bawah permukaan tanah.
“Karhutla terjadi pada jenis tanah gambut sehingga bara api juga banyak di bawah permukaan tanah,” ujarnya.
Berdasarkan info sementara, luas lahan nan terbakar telah mencapai sekitar 50 hektare. Lahan tersebut diketahui berada dalam area dengan status Hak Produksi Terbatas (HPT) milik negara.
Dalam operasi ini, beragam unsur terlibat aktif untuk mencegah meluasnya kebakaran. Tim pemadaman terdiri dari personel BPBD, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Manggala Agni Daops Dumai dan Manggala Agni Daops Labuhanbatu (Sumatra Utara).
“Kita bakal lanjutkan terus operasi pemadaman hingga betul-betul padam,” pungkas Ferdian. (H-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·