Kasus Ebola Kongo Capai 5.514 dengan 2.642 Kematian, 10 Negara Afrika Perketat Perbatasan

1 jam yang lalu 2
Kasus Ebola Kongo Capai 5.514 dengan 2.642 Kematian, 10 Negara Afrika Perketat Perbatasan Seorang penduduk nan terinfeksi virus Ebola meninggal bumi di Bunia, Republik Demokratik Kongo.(Dok. ANTARA/Stringer - Anadolu Agency /pri.)

JUMLAH kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik Kongo terus menunjukkan tren peningkatan nan signifikan. Berdasarkan info terbaru dari Institut Kesehatan Masyarakat Nasional (INSP) pada Senin (24/8), total kasus ebola Kongo sekarang telah mencapai 5.514 dengan nomor kematian menyentuh 2.642 jiwa.

Dalam laporan buletin harian tersebut, INSP mencatat adanya lonjakan kasus baru dalam kurun waktu 24 jam terakhir. "Dalam 24 jam terakhir, dilaporkan 55 kasus baru dan 23 kematian; sementara 18 lainnya dinyatakan sembuh," tulis INSP dalam keterangannya.

Situasi ini memicu kewaspadaan regional di benua Afrika. Sebanyak 10 negara nan tersebar di wilayah Afrika timur, tengah, dan selatan dilaporkan telah memperketat pemeriksaan kesehatan di pintu-pintu perbatasan dengan Kongo. Langkah preventif ini diambil guna mengantisipasi penyebaran pandemi ke wilayah negara tetangga.

Tantangan Medis

Hingga saat ini, belum ada vaksin alias pengobatan nan secara resmi disetujui untuk menangani Bundibugyo, nan diidentifikasi sebagai jenis baru virus Ebola dalam wabah ebola Kongo kali ini.

Meski demikian, terdapat angan dari sisi medis. Data laboratorium menunjukkan bahwa vaksin baru berjulukan Ervebo kemungkinan dapat memberikan perlindungan tertentu. Saat ini, vaksin tersebut telah disalurkan dari persediaan vaksin Ebola dunia ke Kongo untuk membantu menekan laju penyebaran virus di lapangan.

Pemerintah setempat berbareng organisasi kesehatan internasional terus berupaya melakukan mitigasi di zona-zona merah guna memastikan pasien mendapatkan perawatan dan memutus rantai penularan nan tetap tergolong tinggi. (Ant/Sputnik)

Selengkapnya