Kasus Ebola Kongo Lampaui 3.500, WHO Peringatkan Risiko Tinggi

1 jam yang lalu 3
Kasus Ebola Kongo Lampaui 3.500, WHO Peringatkan Risiko Tinggi Petugas kesehatan menangani pasien ebola.j(Dok. AFP/Katumba)

SITUASI kesehatan di Republik Demokratik Kongo (RDK) semakin mengkhawatirkan setelah jumlah kasus Ebola dilaporkan telah melampaui nomor 3.500. Berdasarkan info terbaru nan dirilis Kementerian Komunikasi dan Media setempat pada Jumat (31/7/2026), penyebaran virus mematikan ini terus menunjukkan tren peningkatan.

Dalam pernyataan resmi melalui platform X, kementerian mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 3.532 kasus terkonfirmasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 807 pasien saat ini tetap menjalani isolasi alias perawatan intensif di rumah sakit.

Data tersebut juga merinci akibat fatalitas dari pandemi ini. "Tercatat 626 orang dinyatakan sembuh, namun sebanyak 1.556 orang meninggal dunia," tulis kementerian dalam laporannya.

Statistik Wabah Ebola Kongo:

  • Total Kasus Terkonfirmasi: 3.532
  • Pasien Isolasi/Rawat Inap: 807
  • Pasien Sembuh: 626
  • Total Kematian: 1.556
  • Tingkat Kematian (CFR): 44,1%
  • Tingkat Pelacakan Kontak: 78,7%

Pemerintah setempat mencatat tingkat kematian kasus (case fatality rate) mencapai 44,1 persen. Sementara itu, upaya mitigasi melalui pencarian kontak terhadap orang-orang nan berisiko tertular saat ini berada di nomor 78,7 persen.

Status Darurat Internasional

Kondisi krisis ini sebelumnya telah memicu respons serius dari otoritas kesehatan global. Pada 17 Mei lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menetapkan wabah Ebola Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat nan menjadi perhatian internasional (PHEIC).

WHO memberikan penilaian bahwa akibat penyebaran virus di wilayah tersebut berada pada level sangat tinggi. Koordinasi lintas pemisah dan penguatan sistem kesehatan di titik-titik rawan terus ditingkatkan guna menekan laju transmisi virus nan mempunyai tingkat fatalitas tinggi tersebut. (Ant/Sputnik/H-3)

Selengkapnya