Kasus HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya 2026 Meningkat, Didominasi LSL dan Usia Produktif

4 jam yang lalu 13
Kasus HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya 2026 Meningkat, Didominasi LSL dan Usia Produktif Ilustrasi- HIV/AIDS.(Antara)

DINAS Kesehatan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, melaporkan adanya peningkatan kasus HIV/AIDS nan cukup signifikan pada periode Januari hingga Juni 2026. Berdasarkan info Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA) nan telah tervalidasi secara nasional, tercatat sebanyak 88 kasus baru ditemukan dalam enam bulan pertama tahun ini.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, mengungkapkan bahwa temuan ini didominasi oleh golongan usia produktif dengan aspek akibat tertinggi berasal dari golongan laki-laki seks dengan laki-laki (LSL). Secara kumulatif, sejak tahun 2004 hingga Juni 2026, total kasus HIV/AIDS di Kota Tasikmalaya telah mencapai 1.595 kasus.

Tren Peningkatan Kasus

Suryaningsih menjelaskan bahwa tren kenaikan kasus ini mulai terlihat mencolok dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun beragam upaya pencegahan dan skrining terus dilakukan secara masif, nomor temuan kasus baru tetap menunjukkan diagram nan naik turun namun condong tinggi.

Tahun Jumlah Kasus
2022 145
2023 145
2024 169
2025 146
2026 (Januari - Juni) 88

Profil Risiko dan Sebaran Wilayah

Data menunjukkan bahwa kebanyakan pengidap adalah laki-laki, ialah sebanyak 72 orang alias 82%, sementara wanita tercatat 16 orang alias 18%. Dari sisi usia, golongan 21-30 tahun menjadi nan paling terdampak dengan persentase mencapai 47%, disusul golongan usia 31-40 tahun sebesar 26%.

Adapun sebaran kasus terbanyak ditemukan di empat kecamatan, yaitu:

  • Kecamatan Tawang
  • Kecamatan Cipedes
  • Kecamatan Cihideung
  • Kecamatan Kawalu

Selain golongan LSL, akibat penularan juga diidentifikasi pada golongan waria, wanita pekerja seks (WPS), ibu hamil, pasien TB, pasien Infeksi Menular Seksual (IMS), serta pengguna narkoba suntik (penasun).

Pentingnya Pengobatan ARV

Pemerintah Kota Tasikmalaya terus mendorong masyarakat nan berisiko tinggi untuk melakukan skrining sedini mungkin. Suryaningsih menekankan bahwa meskipun belum ada obat nan menyembuhkan total, pengidap HIV/AIDS (ODHA) dapat menjalani hidup normal dengan syarat rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) seumur hidup. (AD/I-1)

Keterangan: Fungsi ARV adalah menekan jumlah virus dalam tubuh hingga tidak terdeteksi, menurunkan akibat penularan, serta menjaga daya tahan tubuh agar kualitas hidup ODHA tetap terjaga, terutama bagi mereka nan berada di rentang usia angkatan kerja (15-49 tahun). Upaya pencegahan terus diperkuat melalui ekspansi jangkauan skrining pada populasi kunci guna memutus mata rantai penularan di wilayah Kota Tasikmalaya.

Selengkapnya