Kasus 'Reflecting Pool' Berujung Blunder, Trump Pertimbangkan Copot Jaksa Jeanine Pirro

1 jam yang lalu 5
Kasus 'Reflecting Pool' Berujung Blunder, Trump Pertimbangkan Copot Jaksa Jeanine Pirro Jaksa AS Jeanine Pirro(Media Sosial X)

PRESIDEN Donald Trump mempertimbangkan untuk mencopot Jeanine Pirro dari jabatannya sebagai Jaksa AS untuk Distrik Columbia. Langkah ini dipicu konklusi Departemen Kehakiman nan menyatakan kerusakan pada Lincoln Memorial Reflecting Pool disebabkan oleh pembaharuan nan cacat, bukan tindakan vandalisme.

Dua sumber nan mengetahui masalah tersebut mengungkapkan kepada CNN bahwa sang presiden sangat marah terhadap Pirro, nan selama ini dikenal sebagai sekutu dekatnya. Trump merasa terkejut dan tidak tahu-mengetahui mengenai arsip pengadilan nan diajukan oleh instansi Pirro.

"Jujur saja, saya pikir dia gemetar (choked), lantaran hakimnya sangat kejam. Alih-alih mengejar orang nan melakukannya, pengadil justru mengejar dia dan departemennya, dan saya rasa dia gemetar," ujar Trump saat berbincang di Oval Office pada Senin waktu setempat.

"Saya kecewa dengan Jeanine Pirro. Sangat kecewa dengan Jeanine Pirro," tambahnya.

"Dia menyerah seperti payung nan terlipat (folded like an umbrella)."

Sebelumnya, dalam berkas pengadilan nan diajukan pada Jumat lalu, Departemen Kehakiman mengakui bahwa proyek pembaharuan Reflecting Pool senilai US$14 juta tersebut dilakukan secara "terburu-buru dan berantakan". Pihaknya resmi mencabut dakwaan pidana terhadap mantan atlet Olimpiade, David Hearn, nan sebelumnya dituduh merusak landmark tersebut.

Melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Sabtu, Trump secara terbuka meluapkan penolakannya atas langkah norma tersebut.

"Saya 100% tidak setuju dengan Jeanine Pirro, Jaksa AS untuk Distrik Columbia, mengenai Reflecting Pool. Saya tidak tahu apa nan dia pikirkan? Bagi saya, ini murni kasus VANDALISME," tulis Trump.

Dalam berkas hukumnya, Pirro berdasar bahwa Departemen Dalam Negeri (Department of Interior/DOI) kurang memberikan info terbuka sejak awal.

"Jika DOI sejak awal terbuka dengan info nan secara jelas berada dalam penguasaannya, pemerintah tidak bakal mengupayakan dakwaan dari juri agung (grand jury)," tulis Pirro dalam arsip tersebut.

Kendati menyalahkan pihak DOI atas kesalahpahaman tersebut, sumber menyebut Trump tidak marah kepada Menteri Dalam Negeri Doug Burgum dan tetap percaya tindakan vandalisme adalah penyebab utama kerusakan. Burgum sendiri menolak argumen Pirro dan menegaskan bukti-bukti vandalisme sangat jelas.

Namun, komunikasi internal nan diperoleh CNN menunjukkan rencana pengurasan kolam oleh National Park Service sejak Maret lampau murni dilakukan akibat masalah ganggang (algae), tanpa menyebut adanya tindakan vandalisme.

Saat ini, kasus Hearn belum resmi ditutup sepenuhnya oleh hakim. Tim kuasa norma Hearn menyatakan sedang mempertimbangkan beragam langkah norma jawaban mengenai penanganan kasus nan menimpa kliennya tersebut. (CNN/Z-2)

Selengkapnya