Jakarta, CNN Indonesia --
Pelatih Bernardo Tavares berterima kasih membawa Persebaya Surabaya juara Piala Presiden 2026 usai mengalahkan Persib Bandung 6-5 (1-1) dalam laga final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Kamis (6/8).
Dalam final tanpa penonton tersebut Persebaya unggul lebih dulu dengan gol M Ramadhan Sananta nan memanfaatkan umpan silang Rachmat Irianto pada menit ke-20.
Persib kemudian membalas dengan gol Patricio Matricardi pada menit ke-23. Skor seri itu memperkuat hingga waktu normal usai dan babak tambahan, nan membikin laga bersambung ke adu penalti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada babak adu penalti, Reza Arya nan menggantikan Ernando Ari pada babak kedua menggagalkan dua pengeksekusi Persib. Persebaya akhirnya menang adu penalti 6-5.
Bernardo Tavares senang mengantar Persebaya juara Piala Presiden dan terhindar dari kekalahan dalam adu penalti.
"Sebenarnya saya sudah mengalami pengalaman nan buruk, tapi hari ini saya sangat senang lantaran kita menang. Kami mempunyai beberapa kesempatan bagus, kami mempunyai lebih banyak kesempatan daripada tim lawan," ujar Tavares usai laga.
Pelatih asal Portugal itu juga menyinggung soal intensitas final Piala Presiden 2026 nan tidak begitu tinggi lantaran minimnya waktu pemulihan Persib dan Persebaya.
"Persib bermain di sore hari (di semifinal), kami bermain di malam, jadi waktu kami untuk mengembalikan diri dibanding Persib jelas kurang," tutur Bernardo.
"Perasaan pemain kami hari ini sangat bagus, kami unggul lebih dulu, tapi kami mempunyai kesalahan dan kami kebobolan. Kami mempunyai tiga alias empat kesempatan lagi, tapi kami tidak menang," ucap Tavares.
Tavares nan bakal melakoni musim penuh pertamanya senang bisa memberikan trofi pertama untuk Bajul Ijo setelah 22 tahun.
"Kami meraih trofi Piala Presiden pertama untuk Persebaya. Dan 22 tahun tanpa trofi besar, (sejarah buruk) itu sekarang berhenti," ujar Tavares.
(sry/ptr)

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·