AFC Tolak FIFA Forward Enterprise, Ikuti Jejak UEFA dan Concacaf

1 jam yang lalu 5
AFC Tolak FIFA Forward Enterprise, Ikuti Jejak UEFA dan Concacaf Ilustrasi(Antara)

GELOMBANG penolakan terhadap rencana FIFA untuk membentuk FIFA Forward Enterprise (FFE) semakin meluas. Setelah UEFA dan Concacaf menyatakan keberatan, sekarang Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) secara resmi mengambil sikap menolak proposal penjualan sebagian kepemilikan kewenangan komersial kejuaraan FIFA kepada penanammodal swasta.

Dalam pernyataan resmi nan dirilis pada Jumat (31/7), AFC menegaskan posisi mereka nan sejalan dengan UEFA dan Concacaf. AFC menilai usulan tersebut tidak mempunyai landasan support nan cukup kuat dari para pemangku kepentingan sepak bola dunia untuk diimplementasikan.

"AFC berdiri dalam solidaritas dengan UEFA dan Concacaf. Proposal ini secara realistis tidak dapat mencapai konsensus luas dan persatuan nan dibutuhkan untuk dapat dilanjutkan," tulis pernyataan resmi AFC.

Kekhawatiran Terhadap Karakter Universal Piala Dunia

Salah satu poin utama penolakan AFC adalah kekhawatiran mengenai masa depan Piala Dunia. Sebagai turnamen sepak bola paling bergengsi, AFC mengingatkan bahwa kekuatan utama Piala Dunia terletak pada karakter universalnya, bukan sekadar model upaya komersial.

"Piala Dunia FIFA adalah puncak sepak bola bumi dan kekuatannya berasal dari partisipasi seluruh konfederasi serta negara-negara sepak bola terbaik. Setiap proposal nan berpotensi melemahkan persatuan dan karakter universal kejuaraan ini kudu ditinjau kembali," tegas AFC.

Kritik Tajam Tata Kelola FIFA

Selain menolak substansi ekonomi dari FFE, AFC juga melontarkan kritik keras terhadap prosedur penyusunan kebijakan di internal FIFA. Mereka menganggap proses tersebut tidak transparan dan mengabaikan peran konfederasi serta asosiasi anggota.

AFC menilai minimnya kesempatan bagi personil untuk memberikan masukan sebelum kebijakan ditentukan merupakan bukti adanya kelemahan mendasar dalam tata kelola organisasi ketua Gianni Infantino tersebut. "Proses ini memperlihatkan kelemahan mendasar dalam tata kelola FIFA, di mana konfederasi, asosiasi anggota, apalagi Dewan FIFA merasa dikesampingkan," lanjut pernyataan tersebut.

Atas dasar itu, AFC mendesak FIFA untuk segera melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap sistem pengambilan keputusan strategis. Mereka menuntut adanya konsultasi nan layak, keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, serta pengawasan nan memadai di masa depan.

Tekanan Bagi FIFA

Dengan bergabungnya AFC dalam barisan penolakan, FIFA sekarang menghadapi tantangan besar dari tiga konfederasi benua utama. Situasi ini diprediksi bakal menyulitkan proposal FFE untuk mendapatkan support kebanyakan jika dibawa ke tahap pemungutan suara.

Tekanan terhadap FIFA semakin berat mengingat UEFA sebelumnya telah mengeluarkan ancaman boikot terhadap seluruh kejuaraan FIFA, termasuk Piala Dunia, andaikan rencana FFE tetap dipaksakan berjalan.

Merespons situasi ini, pihak FIFA menyatakan tetap menghormati masukan dari beragam pihak. Organisasi sepak bola bumi tersebut berkomitmen untuk melanjutkan proses konsultasi guna mencari jalan tengah atas polemik pembentukan FIFA Forward Enterprise ini. (Dhk/I-1)

Selengkapnya