Kebakaran di Gunung Gede Pangrango, Indikasi Kuat Dipicu Faktor Alam

1 jam yang lalu 5
Kebakaran di Gunung Gede Pangrango, Indikasi Kuat Dipicu Faktor Alam Petugas BBTNGGP dibantu para relawan dan masyarakat mitra polhut (MMP) berupaya memadamkan api akibat terbakarnya vegetasi di area Kawah Wadon Gunung Gede.((IST/DOK BBTNGGP))

KEBAKARAN terjadi area Gunung Gede Pangrango  tepatnya sekitar Kawah Wadon, Jawa Barat, Jumat (7/8). Berdasarkan info Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), kebakaran terpantau pertama kali terpantau melalui kamera pengawas (CCTV) di Pos Pengamatan Gunung Api Ciloto sekitar pukul 03.00 WIB. 

Kepala BBTNGGP, Sadtata Noor Adirahmanta menyebut penyebab pasti kebakaran di Gunung Gede Pangrango tetap dalam proses pendalaman. Namun, berasas hasil pemantauan awal, terdapat indikasi kuat kebakaran dipicu aspek alam. 

"Kawah Wadon merupakan area inti Taman Nasional Gunung Gede Pangrango nan tidak diperuntukkan bagi aktivitas wisata maupun pendakian. Jadi sangat minim aktivitas manusia sehingga bisa kami simpulkan, penyebab sementara kebakaran akibat aspek alam," tegasnya dikutip, Sabtu (8/8).

Ia mengatakan menindaklanjuti kebakaran di Gunung Gede Pangrango tersebut, BBTNGGP mengoordinasikan upaya penanganan dengan melibatkan masyarakat mitra polhut (MMP) dan para relawan. Sebagian bergerak ke letak melalui jalur Puncak Sela dan sebagian lagi melalui jalur Cibodas.

"Ada sebanyak 28 orang relawan nan sedang berada di jalur Gunung Putri langsung bergerak menuju letak melalui jalur Puncak Sela. Sementara sebanyak 52 personel dari jalur Cibodas turut dikerahkan untuk memperkuat upaya pemadaman dan pengendalian api di sekitar Kawah Wadon," kata Sadtata melalui Humas BBTNGGP, Agus Deni, melalui siaran pers nan diterima, Sabtu (8/8).

Hasil pemantauan petugas BBTNGGP berbareng relawan nan tetap bersiaga di Alun-alun Suryakencana, kebakaran diketahui membakar vegetasi berupa semak belukar dan rerumputan di sekitar kawah.

Perkiraan itu juga diperkuat rekaman CCTV milik PGA Ciloto nan menunjukkan tidak adanya keberadaan manusia di letak sebelum kejadian. Dia menyebut,  kondisi musim tandus saat ini menyebabkan vegetasi mengering serta suhu tinggi di sekitar area kawah.

"Hasil identifikasi sementara menunjukkan, vegetasi nan terbakar didominasi semak belukar dan rerumputan. Tidak terdapat tanaman edelweiss pada area nan terdampak kebakaran," tuturnya.

BBTNGGP terus melakukan  koordinasi berbareng para relawan, memastikan proses pemadaman  berjalan optimal. Sekaligus juga melakukan pemantauan perkembangan kondisi di lapangan. 

"Masyarakat diimbau untuk tidak mempercayai info nan belum terverifikasi dan memperoleh info resmi melalui kanal komunikasi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango," pungkasnya. (H-4)
 

Selengkapnya