Kebakaran Gunung Bromo.(MI/Faishol Taselan)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur belum dapat memastikan kapan akses wisata Gunung Bromo bakal dibuka kembali menyusul kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan kian meluas. Saat ini, petugas campuran tetap memprioritaskan upaya pemadaman di titik-titik api.
Kepala BPBD Jatim, Gatot Subroto, menyatakan bahwa keputusan pembukaan kembali area wisata sepenuhnya merupakan kewenangan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Pihaknya saat ini konsentrasi membantu percepatan pemadaman di lapangan.
“Untuk memastikan kapan kembali dibuka sepenuhnya kewenangan Balai Besar TNBTS, kami konsentrasi untuk pemadaman,” ujar Gatot Subroto di Surabaya, Minggu (9/8).
Balai Besar TNBTS telah memberlakukan penutupan total akses wisata sejak Sabtu (8/8) pukul 22.00 WIB. Langkah ini diambil setelah pertimbangan kondisi terkini menunjukkan kobaran api di area Kaldera Bromo terus menyebar hingga mencapai area savana.
Berdasarkan pantauan visual melalui akun resmi Balai Besar TNBTS, api terlihat membakar area tebing di dekat Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT). Informasi terbaru menyebut api juga telah merambat ke arah Gunung Kursi, nan menambah akibat bagi keselamatan pengunjung.
Gatot menegaskan bahwa penutupan ini sangat krusial untuk melindungi visitor dan pelaku jasa wisata dari ancaman kebakaran. Jika tetap dipaksakan buka, kondisi medan nan terbakar dapat membahayakan nyawa siapapun nan berada di area tersebut.
“Ini sangat membahayakan bagi siapapun nan hendak ke Gunung Bromo, maka langkah nan dilakukan TNBTS perlu didukung semua pihak termasuk pelaku usaha,” tegasnya.
Selama masa penutupan, para pelaku jasa wisata diminta proaktif menginformasikan kondisi ini kepada calon wisatawan. Penutupan ini berakibat pada seluruh pintu masuk utama, ialah Cemorolawang (Probolinggo), Wonokitri (Pasuruan), Jemplang dan Coban Trisula (Malang), serta Senduro (Lumajang). (Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·