Kebakaran Landa RI, Petugas Berjibaku Lawan Api di TKP-OMC Disiapkan

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Jumat, 21 Agustus 2026, ada 1.532 kejadian musibah di Indonesia. Demikian mengutip info skematis di situs resmi BNPB. Sebanyak 454 di antaranya kejadian kebakaran rimba dan lahan (karhutla), dan ada 87 kejadian kekeringan.

Sementara dalam periode laporan tanggal 20-21 Agustus 2026, BNPB mencatat, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Kamis (20/8/2026). Tepatnya di wilayah Desa Lalang Kecamatan Manggar dan Desa Lenggang serta Desa Lintang di Kecamatan Renggiang. Total lahan terbakar seluas 3,8 hektare (ha). Dikatakan, api sukses dipadamkan di hari nan sama. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun, BPBD Kabupaten Belitung Timur tetap melakukan pemantauan untuk memastikan api tidak kembali muncul dan menyebar ke wilayah lainnya.

Lalu, kejadian karhutla juga melanda 20 ha rimba di wilayah Petak 102 Aren, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso pada 19 Agustus 2026, dan sukses dipadamkan oleh BPBD Jawa Timur dan Kabupaten Bondowoso pada hari Kamis (20/8/2026).

Di hari sama terjadi kebakaran melanda 8 ha lahan di Kabupaten Magetan pada Rabu (19/8) pukul 14.00 WIB. Kebakaran terjadi di wilayah rimba rakyat di Desa Mategal, Kecamatan Parang dan di Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan. Api sukses dipadamkan pada hari Kamis (20/8/2026).

Provinsi Jawa Timur sendiri telah menetapkan Keputusan Gubernur No. 100.3.3.3/327/013/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Timur nan bertindak selama 180 hari, sejak 16 Mei hingga 6 Oktober 2026.

"Penetapan dilakukan untuk memaksimalkan upaya penanganan musibah hidrometeorologi kering tersebut," kata Berton.

Kebakaran terjadi di Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. 3 ha lahan nan terbakar merupakan vegetasi kering dan serasah di permukaan tanah. BPBD Kabupaten Blitar berbareng unsur mengenai segera melakukan pemadaman. Pada Kamis (20/8/2026) pukul 18.30 WIB, api sukses dipadamkan.

Kebakaran di Kalimantan Berlanjut, Pemerintah Fokus 6 Provinsi

Di sisi lain, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebutkan, kejadian karhutla baru tetap muncul di beberapa wilayah di Pulau Kalimantan.

"Penanganan karhutla di Pulau Kalimantan tetap menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Selain penguatan satgas darat, BNPB juga melakukan penguatan penanganan karhutla melalui satgas udara di 6 provinsi prioritas. Hingga Jumat (21/8/2026), penguatan satgas udara telah di lakukan di 6 provinsi prioritas," sebut Berton dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026)

Dia memaparkan, di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, titik karhutla kembali muncul di Kecamatan Tanah Grogot, Kecamatan Batu Sopang, dan Kecamatan Batu Engau. Kebakaran terjadi pada Rabu (19/8/2026) di taman konservasi dengan material lahan berupa semak belukar dan gambur. Luas lahan terbakar mencapai 25,29 hektare (ha)," katanya.

BPBD Kabupaten Paser segera menuju ke letak untuk melakukan pemadaman api melalui darat serta pemantauan setelah pemadaman. Dan, api sukses dipadamkan pada Kamis (20/8/2026).

Sementara, sambung dia, wilayah lain di Kalimantan Timur nan juga mengalami karhutla nan cukup masif ialah di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pada Rabu (19/8/2026), karhutla terjadi di beberapa wilayah ialah di Desa Loa Gagak Kecamatan Loa Kulu, Kelurahan Spontan Mangkurawang Kecamatan Tenggarong, Kelurahan Pendingin Kecamatan Sanga-Sanga, Desa Kayu Bata Kecamatan Muara Muntai, Kelurahan Muara Kembang Kecamatan Muara Jawa, serta Desa Kota Bangun Hulu Kecamatan Kota Bangun.

Total luas lahan terbakar pada hari tersebut, ujarnya, mencapai 49,55 ha dengan lahan terbakar paling luas berada di Kelurahan Pendingin seluas 42 ha.

Menurut Berton, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara berbareng dengan relawan dan pemadam kebakaran segera menyebar ke beragam titik nan tetap bisa dijangkau untuk melakukan pemadaman darat. Secara visual pada Kamis (20/8/2026) api telah sukses dipadamkan di seluruh lokasi, selain di Kelurahan Pendingin. Di letak tersebut, dari pantauan drone tetap terlihat 6-7 titik api.

Untuk penanganan karhutla di Riau, BNPB menurunkan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit heli untuk operasi modifikasi cuaca, dan 5 unit heli untuk water bombing.

Di Provinsi Jambi diturunkan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit untuk operasi modifikasi cuaca, dan 2 unit heli untuk water bombing.

Selanjutnya di Sumatra Selatan, BNPB menurunkan 1 unit heli untuk patroli udara, 1 unit untuk operasi modifikasi cuaca (OMC), dan 7 unit heli untuk melakukan water bombing.

Dan, di Kalimantan Selatan BNPB mengoperasikan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit untuk OMC dan 3 unit untuk water bombing.

Di Kalimantan Tengah, 1 unit helit difungsikan untuk patroli, 1 unit untuk OMC, dan 4 lainnya untuk operasi pemadaman udara alias water bombing, dan terakhir di Kalimantan Barat, BNPB mengoperasikan 2 unit heli untuk patroli, 1 unit untuk operasi modifikasi cuaca, dan 5 unit untuk water bombing.

"Pengoperasian helikopter tersebut bakal terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Sementara untuk OMC, BNPB bekerja-sama dengan BMKG untuk memantau pertumbuhan potensi awan hujan nan dapat dimanfaatkan untuk OMC," terang Berton.

BPBD berbareng tim campuran berupaya memadamkan karhutla di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (18/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Bulungan)BPBD berbareng tim campuran berupaya memadamkan karhutla di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (18/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Bulungan) Foto: BPBD berbareng tim campuran berupaya memadamkan karhutla di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (18/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Bulungan)

Operasi Modifikasi Cuaca

Sementara, untuk membantu penanggulangan karhutla di Kalimantan, sebagai pengaruh kekeringan di musim tandus nan diwarnai El Nino kali ini, operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan di langit Kalimantan.

Menurut Deputi Bidang Modifikasi Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tri Handoko Seto, OMC sudah sering dilakukan. Dan bakal kembali dilakukan mulai besok.

"Kaltim (Kalimantan Timur) mulai besok tanggal 22 (Sabtu, 22/8/2026). Kalbar (Kalimantan Barat) bakal mulai tanggal 23 (Minggu, 23/8/2026)," kata Seto kepada CNBC Indonesia

"Kalteng (Kalimantan Tengah) dan Kalsel (Kalimantan Selatan) menunggu potensi awan. Semua pesawat OMC sudah siap di lokasi," ujar Seto.

Terpisah, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) pada hari Kamis (20/8/2026) merilis, hasil pemutakhiran Sistem Pemantauan Karhutla (SIPONGI) Kementerian Kehutanan, pemantauan Satelit NASA-MODIS/Terra-Aqua dengan tingkat kepercayaan tinggi alias high confidence menunjukkan perkembangan hotspot nan bergerak selama 17-19 Agustus 2026.

"Hotspot kategori high confidence menunjukkan tingkat kepercayaan penemuan nan lebih tinggi terhadap adanya anomali panas. Namun, hotspot tidak otomatis menunjukkan jumlah kejadian kebakaran. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Oleh lantaran itu, setiap info tersebut tetap diverifikasi melalui pemeriksaan lapangan untuk memastikan kondisi, lokasi, penyebab, dan luas area nan terbakar," jelas Kemenhut.

"Peningkatan hotspot juga tidak serta-merta menggambarkan tingkat kepekatan asap di suatu lokasi. Penyebaran asap dipengaruhi oleh letak kebakaran, arah dan kecepatan angin, kelembapan, kondisi atmosfer, karakter lahan, serta akumulasi asap dari sejumlah wilayah. Data hotspot perlu dianalisis berbareng info meteorologi, kualitas udara, gambaran sebaran asap, dan laporan lapangan," tambah Kemenhut.

Ditambahkan, berasas info terkini pada 20 Agustus 2026, kondisi jarak pandang di sejumlah wilayah menunjukkan perbaikan.

Kemenhut mengutip BMKG nan mencatat jarak pandang di Bandara Supadio sekitar 4 kilometer dalam kondisi berkepul pada pukul 10.00 WIB. Pada waktu nan sama, jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, tercatat sekitar 6 kilometer. Di sejumlah titik di Banjarbaru, jarak pandang telah kembali mencapai lebih dari 10 kilometer.

"Perbaikan tersebut tidak meniadakan kondisi berat nan sebelumnya dialami masyarakat maupun kebutuhan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Data ini menunjukkan bahwa kabut asap berkarakter bergerak dan dapat berubah menurut waktu, letak kebakaran, arah dan kecepatan angin, kelembapan, kondisi atmosfer, serta pola sebaran asap," tulis Kemenhut.

Kemenhut mengimbau masyarakat di wilayah terdampak diimbau menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruang ketika kualitas udara memburuk, serta segera mencari pertolongan medis andaikan mengalami gangguan pernapasan. Pengendara diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, dan menyalakan lampu kendaraan ketika jarak pandang terbatas.

"Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan titik api alias kepulan asap kepada BPBD, Manggala Agni, abdi negara pemerintah daerah, alias posko terdekat," tegas Kemenhut.

Disebutkan, pemerintah berbareng seluruh unsur mengenai bakal terus memperkuat operasi terpadu dan menyampaikan perkembangan situasi secara terbuka berasas info nan telah diverifikasi.

"Pemerintah berbareng abdi negara penegak norma juga terus mendalami penyebab setiap kejadian karhutla. Apabila ditemukan unsur kesengajaan, kelalaian, alias pelanggaran terhadap tanggungjawab pengendalian karhutla, penegakan norma bakal dilakukan sesuai ketentuan. Masyarakat dan pelaku upaya dilarang membuka alias membersihkan lahan dengan langkah membakar," demikian peringatan Kemenhut.

BPBD berbareng tim campuran berupaya memadamkan karhutla di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (18/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Bulungan)BPBD berbareng tim campuran berupaya memadamkan karhutla di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (18/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Bulungan) Foto: BPBD berbareng tim campuran berupaya memadamkan karhutla di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (18/8/2026). (Dok. BPBD Kabupaten Bulungan)

(dce/dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya