Kecelakaan Maut Tabrakan Beruntun Melibatkan Truk, 9 Orang Tewas

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Kecelakaan beruntun nan melibatkan banyak kendaraan mengguncang sebuah jalan raya di Negara Bagian Jalisco, Meksiko, pada Minggu (12/7/2026) waktu setempat. Sedikitnya sembilan orang dilaporkan tewas, termasuk dua anak di bawah umur, sementara sekitar 10 orang lainnya mengalami luka-luka.

Otoritas Perlindungan Sipil Jalisco, sebagaimana dilansir Reuters, menyatakan kecelakaan dipicu oleh sebuah truk traktor nan terlibat dalam tabrakan di jalan raya nan menghubungkan Kota Guadalajara dengan Tepic. Dalam laporan resminya, lembaga tersebut mengonfirmasi jumlah korban tewas mencapai sembilan orang.

Di antara korban meninggal terdapat dua anak di bawah umur. Sementara itu, korban luka mencakup dua personil Garda Nasional Meksiko nan mengalami kondisi serius dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Magdalena di Guadalajara untuk mendapatkan perawatan intensif.

Hingga kini, otoritas belum mengungkap identitas para korban maupun penyebab pasti kecelakaan nan memicu tabrakan beruntun tersebut.

Selain korban asal Meksiko, empat penduduk negara Amerika Serikat juga menjadi korban dalam kejadian tersebut. Namun, keempatnya dilaporkan hanya mengalami luka ringan.

Video nan beredar di media sosial dan diunggah sejumlah media lokal memperlihatkan kondisi mengenaskan di letak kejadian. Rekaman menunjukkan beberapa kendaraan gosong terbakar di ruas jalan raya nan menghubungkan Guadalajara dengan Tepic setelah kecelakaan terjadi.

Dalam keterangannya, Otoritas Perlindungan Sipil Jalisco menyebut seluruh penduduk AS tersebut telah dievakuasi menggunakan ambulans swasta dari letak kecelakaan menuju rumah sakit di Guadalajara.

"Empat pasien dengan kondisi luka ringan, seluruhnya penduduk negara Amerika Serikat, dipindahkan ke Rumah Sakit Arboledas di Guadalajara menggunakan ambulans swasta dari letak di jalan raya," demikian pernyataan Civil Protection Jalisco.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya