Tangerang, CNBC Indonesia - PT BYD Motor Indonesia memastikan telah menyiapkan langkah untuk memenuhi sasaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 60% nan ditetapkan pemerintah mulai 2027. Saat ini, kandungan lokal kendaraan BYD telah melampaui 40% dan bakal terus ditingkatkan seiring bertambahnya produksi di pabrik Subang.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan pembangunan akomodasi produksi diproyeksikan perusahaan untuk meningkatkan kandungan lokal. Empat proses utama manufaktur telah dijalankan di Indonesia sehingga menjadi modal memperkuat rantai pasok domestik.
"Sebagai corak confidence level kami di sisi investasi berbasis industri, sekarang empat major process dari manufacture itu kita letakkan di akomodasi kita di Subang. Yaitu mulai dari stamping, welding, painting, dan assembly. Ini adalah investasi nan paling confidence nan bisa dibuat oleh BYD di Indonesia," kata Luther di GIIAS 2026, Rabu (5/8/2026).
Perusahaan juga mulai menggandeng pemasok lokal untuk memenuhi kebutuhan komponen kendaraan listrik. Langkah tersebut dilakukan sembari meningkatkan kapabilitas produksi agar industri pendukung mempunyai skala ekonomi nan memadai. BYD menilai bertambahnya volume produksi bakal membuka kesempatan lebih besar bagi pemasok komponen untuk berkembang bersama.
"Tentunya industri-industri komponen pendukung adalah perihal nan bukan tidak mungkin, lantaran itu bisa mengoptimalisasi dari sisi purchasing. Tapi memang itu butuh volume, sehingga concern kami saat ini kita tingkatkan dulu volume-nya di sisi manufacture, mengoptimalkan dulu pedoman produksinya, dan sangat possible kita memberlakukan extension dengan membawa industri-industri pendukung," sebut Luther.
Selain memperbesar produksi, BYD juga telah menggunakan sejumlah komponen buatan lokal seperti ban dan kaca. Kerja sama dengan pemasok nasional dilakukan untuk mendukung pemenuhan komponen tier 1 maupun tier 2 sekaligus meningkatkan kandungan lokal kendaraan nan dipasarkan di Indonesia.
"Tapi just info, pada saat ini pun kami sebenarnya telah bekerja sama dengan beberapa produsen-produsen komponen lokal untuk mendukung tier 1, tier 2 komponen nan mengoptimalisasi pencapaian local content BYD," ujar Luther.
Target pemerintah untuk meningkatkan TKDN menjadi 60% merupakan strategi nan tepat untuk memperkuat industrialisasi nasional. Karena itu, BYD mengaku telah memasukkan sasaran tersebut dalam rencana upaya jangka panjang, termasuk untuk model-model kendaraan nan bakal diluncurkan berikutnya.
"Tahun depan memang pemerintah menargetkan kudu 60%, dan kita sudah ke arah situ. Sudah mempersiapkan, apalagi tidak hanya di produk-produk ini saja, dan produk selanjutnya juga comply dengan peraturan pemerintah," kata Luther.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan di GIIAS 2026, Rabu (5/8/26). (Dok. BYD) Foto: (Dok. BYD)
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

55 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·