Kekeringan di Lereng Merapi, BPBD Klaten Salurkan 1,9 Juta Liter Air Bersih

3 jam yang lalu 4
Kekeringan di Lereng Merapi, BPBD Klaten Salurkan 1,9 Juta Liter Air Bersih Ilustrasi(Dok. Istimewa)

SEBANYAK 3.467 kepala family (KK) alias sekitar 11.455 jiwa penduduk di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, mulai mengalami krisis air bersih akibat musim tandus tahun ini. Wilayah terdampak kekeringan tersebut tersebar luas di empat desa, ialah Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo.

Guna menangani krisis tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten telah melakukan pendistribusian alias droping air bersih secara rutin setiap hari. Program support ini telah dilepas secara resmi oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, sejak 15 Juni 2026 lalu.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Anjung Darojati, menjelaskan bahwa hingga Selasa (28/7), pihaknya telah menyalurkan total 384 tangki air alias setara dengan 1.920.000 liter. Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar ribuan penduduk di empat desa terdampak di Kecamatan Kemalang.

Berdasarkan info BPBD, rincian penduduk terdampak meliputi Desa Kendalsari sebanyak 3.778 KK (1.389 jiwa), Desa Tegalmulyo 959 KK (3.275 jiwa), Desa Tlogowatu 1.222 KK (3.581 jiwa), dan Desa Sidorejo 908 KK (3.210 jiwa). Perbedaan jumlah KK dan jiwa pada info tersebut menunjukkan intensitas kerawanan nan bervariasi di tiap titik pemukiman lereng Merapi.

“Untuk penanganan kekeringan tahun ini, BPBD Klaten menyiapkan total support 1.000 tangki air bersih. Anggaran nan dialokasikan mencapai Rp500 juta nan berasal dari APBD Klaten 2026,” ungkap Anjung.

Pemerintah Kabupaten Klaten terus memantau perkembangan situasi di lapangan mengingat puncak musim tandus diprediksi tetap bakal berlangsung. Warga diimbau untuk menggunakan air bersih secara efisien dan melaporkan jika ada wilayah baru nan mulai mengalami kesulitan akses air bersih. (JS/I-1)

Selengkapnya