Kekeringan Ekstrem, Level Air Sungai di Swis Turun ke Titik Terendah

1 jam yang lalu 4
Kekeringan Ekstrem, Level Air Sungai di Swis Turun ke Titik Terendah Sungai Aare di Swis.(Dok. Google Earth/Oliver M)

SUNGAI dan aliran air di seluruh Swis mengalami penurunan hingga tingkat nan sangat rendah akibat kekeringan dahsyat nan melanda negara tersebut. Laporan media setempat pada Kamis (13/8) menyebut bahwa kondisi ini telah mencapai level nan mengkhawatirkan di beragam wilayah.

Berdasarkan info dari Kantor Federal untuk Lingkungan (FOEN), kekeringan nan tetap berjalan menyebabkan level air turun ke titik terendah dalam catatan sejarah. Media Swiss Info, mengutip instansi buletin Keystone-SDA, melaporkan bahwa titik terendah sepanjang sejarah tercatat di 11 stasiun pemantauan.

FOEN mengungkapkan bahwa sepanjang periode 1 April hingga 31 Juli, sekitar seperlima dari total stasiun pemantauan mencatat level air terendah nan pernah terjadi untuk periode tersebut dalam setahun. Kondisi ini menunjukkan akibat signifikan dari anomali cuaca nan terjadi di wilayah Eropa Tengah.

Menurut kajian FOEN, level air di banyak badan air di sebelah utara Pegunungan Alpen berada pada posisi sangat rendah. Kondisi ekstrem seperti ini biasanya hanya terjadi sekali dalam rentang dua hingga 10 tahun. Namun, dalam beberapa kasus tertentu, penurunan level air ini tergolong sangat langka, ialah hanya terjadi sekali dalam 30 hingga 100 tahun, alias apalagi lebih jarang lagi.

Fenomena ini tidak hanya berakibat pada sungai dan aliran air kecil, tetapi juga merambah ke danau-danau besar akibat gelombang panas dan kekeringan nan berkepanjangan. Level air nan sangat rendah dilaporkan terjadi di sejumlah waduk utama, termasuk:

  • Danau Constance
  • Danau Walen
  • Danau Zurich
  • Danau Zug
  • Danau Maggiore

Meskipun situasi saat ini cukup kritis, FOEN menyatakan bahwa Swis secara keseluruhan sebenarnya tetap mempunyai "sumber daya air nan melimpah". Kendati demikian, otoritas lingkungan tersebut memberikan peringatan keras bahwa perubahan suasana di masa depan bakal secara signifikan mengubah kesiapan sumber daya air tersebut bagi masyarakat dan ekosistem. (Ant/Anadolu/H-3)

Selengkapnya