Kekeringan Ekstrem, PDAM Depok Salurkan 250 Ribu Liter Air Bersih Untuk Ribuan Warga 5 Kecamatan

56 menit yang lalu 3
Kekeringan Ekstrem, PDAM Depok Salurkan 250 Ribu Liter Air Bersih Untuk Ribuan Warga 5 Kecamatan Ilustrasi(Dok Istimewa)

PERUSAHAAN Daerah Air Minum  (PDAM) Kota Depok, Jawa Barat, bergerak sigap menyalurkan puluhan truk tangki air bersih untuk membantu ribuan rumah tangga nan terdampak kekeringan dan penurunan debit air akibat tandus ekstrem 2026.

Mengutip info PDAM Kota Depok, wilayah nan terdampak kekeringan ekstrem 2026 meliputi Kecamatan Beji, Kecamatan Pancoran Mas, Kecamatan Cinere, dan Kecamatan Bojongsari serta sebagian wilayah Kecamatan Cimanggis.

Hingga awal Agustus 2026, sekurangnya  2.416 kepala family (KK) di 5 kecamatan terdampak krisis air bersih, sehingga PDAM melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok terus aktif menyalurkan puluhan truk tangki air berisi  ratusan ribu liter air untuk memenuhi kebutuhan warga.

Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok, M. Olik Abdul Holik mengatakan PDAM Tirta Asasta  telah menyalurkan 250 ribu liter air bersih kepada 2.416 KK di 5 kecamatan terdampak krisis air bersih.

Air bersih nan berasal dari PDAM Tirta Asasta tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di 5 kecamatan  yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau. " Kami bakal terus berupaya memastikan masyarakat nan terdampak kekeringan tetap memperoleh akses terhadap air bersih," tutur Olik.

Hingga kini, telah terdapat puluhan titik pengedaran air bersih berasas permintaan masyarakat dan pemerintah kelurahan. Olik menjelaskan, keberhasilan pengedaran air bersih tidak lepas dari koordinasi antara DPKP Kota Depok dan PMI Kota Depok,  pemerintah kelurahan dan relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT).

“Relawan SIBAT di  kelurahan  sangat aktif memantau kebutuhan air di masyarakat. Ketika persediaan air mulai menipis, mereka segera menghubungi kami sehingga pengedaran air bersih dapat dilakukan dengan sigap dan tepat sasaran,” ujarnya.

PDAM Kota Depok, kata Olik bakal terus bersiaga maksimal menyalurkan support air bersih selama masa Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan.

" PDAM Kota Depok mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat. Warga nan mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih diharapkan segera melapor kepada pemerintah kelurahan alias DPKP dan PMI agar dapat dilakukan asesmen dan penyaluran support secara cepat," katanya.

Sementara itu, Sekretaris PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Hariadi  mengatakan 5 kecamatan menjadi wilayah prioritas lantaran nyaris setiap tahun mengalami krisis air bersih saat musim kemarau.

“Kondisi ini dipengaruhi oleh curah hujan nan rendah, persediaan air tanah nan terbatas, karakter tanah nan susah menyimpan air, serta belum meratanya jaringan perpipaan air bersih dan  akibat kondisi geografis nan menyebabkan kesiapan air tanah menurun saat musim kemarau,” katanya.

Salah seorang penduduk Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Roy, mengaku support air bersih PDAM Tirta Asasta  sangat membantu masyarakat lantaran sumur-sumur mulai mengering akibat musim tandus nan berkepanjangan.

“Kemarau tahun ini cukup panjang sehingga kami kesulitan mendapatkan air. Biasanya sepulang kerja kami mengambil air dari sumur, tetapi sekarang sumurnya mengering. Bantuan air bersih ini sangat kami butuhkan,” katanya.

Hal senada disampaikan penduduk lainnya, Tio nan memanfaatkan support air bersih tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga untuk ternak. “Air ini sangat membantu, bukan hanya untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga untuk minum sapi ternak kami nan digunakan untuk membantu pekerjaan di  ladang,” pungkasnya (H-2)

Selengkapnya