(MI)
KELOMPOK Tani Marga Sengkala dan Kelompok PKK Srati Banten Margasengkala di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, didorong untuk memiliki kemandirian ekonomi desa dengan mengolah potensi pangan lokal menjadi produk berbobot jual tinggi. Langkah ini diambil sebagai solusi atas belum optimalnya pemanfaatan sumber daya desa akibat keterbatasan pengetahuan manajemen dan akses pemasaran.
Kegiatan itu didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali bersinergi dengan Sekolah Tinggi Bisnis (STB) Runata mendampingi golongan tani itu melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB).
Program pendampingan ini direncanakan berjalan secara berkepanjangan selama tiga tahun, mulai dari 2024 hingga 2026. Tim pengabdian Undhira menitikberatkan pada hilirisasi hasil pertanian lokal, terutama dalam produksi jajan upakara nan mempunyai nilai budaya dan ekonomi tinggi di Bali.
Beberapa produk nan menjadi konsentrasi pengembangan antara lain:
- Begina (rengginang manis)
- Uli
- Jajan Matahari (kembang goyang)
- Jajan Suci
- Penek dan Tumpeng
Pendampingan nan diberikan mencakup aspek komprehensif, mulai dari teknik produksi, standar kebersihan, penemuan pengemasan, hingga manajemen pengelolaan upaya dan strategi pemasaran digital.
Ketua Pengabdian kepada Masyarakat sekaligus pengajar Undhira, Ni Kadek Dwipayani Lestari, menjelaskan bahwa kerjasama antara golongan tani dan ibu-ibu PKK merupakan kunci terciptanya ekosistem ekonomi desa nan kuat. "Kami mau masyarakat desa, khususnya ibu-ibu PKK, bisa mengolah potensi lokal nan selama ini ada di sekitar mereka menjadi produk nan betul-betul memberi nilai ekonomi bagi keluarga," ujar Ni Kadek Dwipayani Lestari. (I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·