Kemampuan Cicak Menginspirasi Teknologi Satelit untuk Tangkap Sampah Antariksa

52 menit yang lalu 4
Kemampuan Cicak Menginspirasi Teknologi Satelit untuk Tangkap Sampah Antariksa Ilustrasi(magnifik)

APA jadinya jika kemampuan cicak menempel di tembok menginspirasi teknologi untuk membersihkan sampah antariksa? Kemampuan tersebut sekarang ditiru peneliti dalam proyek pengembangan satelit nan dirancang untuk menangkap benda-benda nan sudah tidak berfaedah di orbit.

Proyek gEICko melibatkan peneliti dari Julius-Maximilians-Universität Würzburg (JMU) dan sejumlah lembaga internasional. Dikutip dari JMU, proyek ini mendapat pendanaan Uni Eropa melalui program EIC Pathfinder sebesar 4 juta euro, dengan nyaris 700.000 euro dialokasikan untuk penelitian di Würzburg.

Ancaman Sampah Antariksa

Sampah antariksa terdiri atas satelit nan sudah tidak digunakan, bagian roket, serta pecahan akibat ledakan dan tabrakan. Dikutip dari JMU, terdapat lebih dari 50.000 objek berukuran setidaknya 10 sentimeter di ruang angkasa.

Keberadaan benda-benda tersebut dapat membahayakan satelit nan tetap beroperasi. Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) apalagi beberapa kali 

Masalahnya, membersihkan sampah antariksa bukan pekerjaan sederhana. Satelit nan sudah tidak dapat dikendalikan alias tidak dirancang untuk melakukan docking susah ditangkap oleh satelit lain.

Meniru Kemampuan Cicak

Para peneliti kemudian mengembangkan permukaan unik nan terinspirasi dari kaki cicak. Permukaan tersebut menggunakan silikon dengan struktur mikro tertentu nan dapat menempel pada permukaan lembut ketika berjumpa dengan kecepatan dan perspektif nan tepat.

Kemampuan ini meniru langkah cicak menempel pada tembok alias langit-langit. Dikutip dari JMU, sistem tersebut memanfaatkan style van der Waals, ialah style tarik pada tingkat molekul.

Teknologi tersebut nantinya dipasang pada satelit pengejar. Setelah sukses menempel pada satelit nan sudah tidak digunakan, satelit pengejar bakal membantu mengubah orbit objek tersebut sehingga dapat masuk kembali ke atmosfer dan terbakar alias dipindahkan ke orbit kuburan.

Masih dalam Tahap Pengembangan

Tim dari Würzburg tidak hanya mengembangkan material nan menyerupai keahlian kaki cicak. Mereka juga mengerjakan sistem panduan, navigasi, dan kendali agar satelit dapat menemukan, mendekati, serta menempel pada objek nan bergerak dan berputar tanpa kendali.

Dikutip dari JMU, peneliti juga mempertimbangkan penggunaan material tersebut pada sebuah tali jika docking secara langsung tidak memungkinkan. 

Tali itu dapat digunakan untuk membangun hubungan dengan objek sasaran.

Teknologi ini tetap memerlukan pengembangan lebih lanjut. Pada akhir periode pendanaan selama tiga tahun, tim menargetkan tersedianya prototipe sistem docking nan berfungsi. JMU memperkirakan satelit dengan teknologi tersebut baru dapat digunakan sekitar 10 tahun lagi.

Sumber: Julius Maximilians Universität Würzburg

Selengkapnya