Kemarau dan Embung Bocor, 2,2 Hektare Sawah di Bangka Gagal Panen

1 jam yang lalu 5
Kemarau dan Embung Bocor, 2,2 Hektare Sawah di Bangka Gagal Panen Bupati Bangka Fery Insani meninjau Kekeringan nan melanda persawahan di desa Kemujen.(Dok. MI)

SEBANYAK 2,2 hektare tanaman padi di Desa Kemuje, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel), dipastikan gagal panen. Kondisi ini dipicu oleh musim kemarau ekstrem serta kerusakan pada prasarana irigasi nan menghalang pasokan air ke lahan persawahan.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kemuje, Zulham, menjelaskan bahwa Irigasi Bumang nan selama ini menjadi tumpuan petani sudah tidak bisa lagi mengalirkan air. Dari total luas potensi persawahan di Desa Kemuje nan mencapai 302 hektare, saat ini hanya 132 hektare nan telah ditanami padi, sementara sisanya dibiarkan kosong lantaran keterbatasan air.

"Dari 132 hektare nan sudah ditanam, ada 2,2 hektare nan dipastikan kandas panen. Lahan nan kandas panen ini rata-rata ditanam pada bulan Juli. Sedangkan untuk tanaman nan mulai ditanam sejak Mei tetap dalam kondisi kondusif dan bisa dipanen," ujar Zulham, Minggu (9/8).

Selain aspek cuaca, Zulham mengungkapkan adanya hambatan teknis berupa kebocoran pada dua embung utama, ialah Embung Bumang dan Embung Sawah Lama. Meskipun kesiapan air di sumber sebenarnya mencukupi, kebocoran tersebut membikin air tidak dapat dialirkan ke area persawahan.

Untuk menyelamatkan tanaman padi nan tersisa, para petani terpaksa menggunakan pompa air secara mandiri. Zulham memprediksi akibat tandus tahun ini bakal lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya. "Tahun lampau semua bisa panen meski kemarau, tapi tahun ini sudah ada nan kandas panen," imbuhnya.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Bangka Fery Insani meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi untuk segera turun tangan memperbaiki dua embung nan bocor tersebut. Menurutnya, perbaikan kudu dilakukan secepat mungkin lantaran menyangkut suplai air vital bagi petani.

"Dua embung nan bocor ini kudu segera diperbaiki lantaran dampaknya sangat besar terhadap suplai air ke sawah," tegas Fery.

Ia juga mengimbau para petani untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim tandus nan dinilai lebih ekstrem tahun ini. Fery menyarankan petani untuk mengoptimalkan penggunaan mesin pompa air guna menjaga kesiapan air di lahan masing-masing.

Selengkapnya