Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan panen calon bibit padi inbrida.(MI/Lina Herlina)
UNIT Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan panen calon bibit padi inbrida di Lahan Perbenihan BBI Lantora, Polewali Mandar, Sulbar.
Kepala Dinas TPHP Sulbar, Hamdani Hamdi, mengatakan, panen kali ini menjadi momentum berbeda dibandingkan musim-musim sebelumnya. Lantaran UPTD BBTPH sukses mengembangkan varietas padi BK Situbondo 01 Agritan nan tergolong baru dikembangkan di wilayah Sulawesi Barat.
"Varietas tersebut mempunyai kelebihan berupa umur panen nan relatif singkat alias genjah, ialah sekitar 77–90 hari setelah tanam (HST), dengan potensi hasil mencapai 9 ton per hektare," kata Hamdani.
Menurutnya, pengembangan dan produksi calon bibit padi genjah tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemprov Sulbar dalam mendorong pembangunan sektor pertanian nan produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
“Pengembangan bibit padi varietas genjah seperti BK Situbondo 01 Agritan merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kemandirian pangan Sulawesi Barat, nan berakibat langsung bagi masyarakat, khususnya petani,” ujar Hamdani.
Panen tersebut juga dihadiri Kepala UPTD BBTPH Nasaruddin berbareng Kepala Seksi Produksi UPTD BBTPH dan Pengawas Benih Tanaman, Pertiwi Sucianda. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UPTD BBTPH dalam menyediakan sumber bibit berbobot bagi petani di Sulawesi Barat.
PRODUKSI BENIH
Kepala UPTD BBTPH, Nasaruddin, menegaskan bahwa produksi bibit tetap dilakukan meskipun menghadapi kondisi cuaca tandus ekstrem.
“Di tengah kondisi tandus nan cukup ekstrem, kami tetap berupaya memproduksi bibit padi inbrida nan bermutu. Ini merupakan corak support kami terhadap pemerintah dalam menjaga kemandirian dan ketahanan pangan, sekaligus memastikan petani mendapatkan bibit nan berkualitas,” kata Nasaruddin.
Ia menjelaskan, hasil panen calon bibit tersebut tetap memerlukan sejumlah tahapan pascapanen sebelum dapat dinyatakan sebagai bibit siap disalurkan.
Tahapan tersebut meliputi penjemuran, proses dormansi, penyortiran, hingga pengetesan di laboratorium untuk menentukan kualitas dan mutu benih.
“Beberapa hari ke depan, kami juga bakal melanjutkan panen calon bibit dari beberapa varietas lainnya, ialah Inpari 32, Inpari 9, Mekongga, dan Nutrizinc,” lanjut Nasaruddin.
Pengembangan varietas BK Situbondo 01 Agritan diharapkan dapat menjadi salah satu pengganti bagi petani Sulawesi Barat, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan kondisi suasana serta kebutuhan terhadap varietas berumur genjah dan berpotensi hasil tinggi. Upaya tersebut sekaligus memperkuat peran UPTD BBTPH dalam mendukung peningkatan produksi pangan dan kesiapan bibit berbobot di daerah. (E-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·