Kemarau Panjang, Kawanan Monyet Serbu Perkampungan di Gunungpati Semarang

6 jam yang lalu 14
Kemarau Panjang, Kawanan Monyet Serbu Perkampungan di Gunungpati Semarang Petugas Damkar Kota Semarang saat melakukan pertimbangan seekor lutung nan tersengat aliran listrik di area Gunungpati, Kota Semarang Selasa (28/7).(MI/Akhmad Safuan)

KEMARAU panjang nan melanda wilayah Kota Semarang mengakibatkan krisis pangan di kediaman alami satwa liar. Kondisi ini memicu ratusan kawanan monyet menyerbu dan mengganggu perkampungan masyarakat di Kampung Kalialang Baru, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Berdasarkan pemantauan pada Selasa (28/7), kawanan monyet tersebut terlihat mendatangi permukiman warga. Selain bertengger di genting rumah, beberapa di antara mereka nekat masuk ke dalam area dapur dan merusak perabotan milik warga.

Di letak berbeda, tepatnya di Jalan Raya Plalangan, Kecamatan Gunungpati, seekor monyet jenis lutung berukuran besar sukses dievakuasi setelah tersengat aliran listrik. Satwa tersebut terjatuh dan mengalami patah tulang pada lengan kiri setelah bergelantungan di tiang listrik.

"Biasanya ada sekitar tiga lutung nan datang, tetapi hari ini hanya satu ekor. Ia bermain bergelantungan di atas tiang listrik hingga kemudian terkena setrum," ujar Sarwono, salah seorang penduduk setempat.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, mengonfirmasi bahwa pihaknya menurunkan petugas untuk melakukan penyelamatan. "Saat kami tiba, lutung tersebut sudah diamankan penduduk menggunakan kurungan ayam. Selanjutnya, satwa tersebut kami serahkan ke BKSDA," jelas Tantri.

Keresahan Warga Kalialang Baru

Warga Kampung Kalialang Baru mengeluhkan intensitas serbuan monyet nan meningkat dalam beberapa hari terakhir. Selain mencuri makanan, kawanan primata ini juga membongkar tempat sampah dan merusak akomodasi rumah tangga.

Kunjaeri, penduduk setempat, menyebut bahwa kawanan monyet ekor panjang nan datang biasanya berjumlah antara 50 hingga 100 ekor. Fenomena ini sebelumnya pernah terjadi pada April lalu, tetapi kawanan tersebut sempat menghilang saat hujan mulai turun.

"Sejak pertengahan Juli lalu, mereka kembali menyerbu perkampungan. Hal ini cukup meresahkan sehingga kami melaporkannya ke BKSDA untuk ditindaklanjuti," kata Kunjaeri.

Respons BKSDA Jawa Tengah

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA Jawa Tengah, Nova Indri Hapsari, menyatakan pihaknya menerjunkan petugas ke letak nan berdekatan dengan rimba kediaman primata tersebut.

Nova menjelaskan bahwa serbuan ini diduga kuat dipicu oleh rasa lapar akibat menipisnya kesiapan makanan di rimba selama musim kemarau. Sebagai langkah penanganan, BKSDA memasang sejumlah jebakan di titik-titik strategis.

"Kami menurunkan petugas untuk memberikan edukasi kepada penduduk dan memasang jebakan. Namun, dalam beberapa kali pemasangan, kawanan monyet tersebut sering kali menghilang sebelum tertangkap," pungkas Nova. (I-2)

Selengkapnya