Kekeringan di Kalsel(MI/Denny S)
KEMARAU panjang telah memicu terjadinya kekeringan dan kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) semakin meluas di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan. Data Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mencatat saat kekeringan melanda puluhan desa di dua wilayah ialah Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru, sejak beberapa waktu terakhir.
Kepala BPBD Banjar, Wasis Nugraha, dalam laporan kebencanaannya, Rabu (5/8) mengatakan kekeringan melanda 28 desa pada 10 kecamatan di Kabupaten Banjar.
"Kemarau panjang menyebabkan sumber air berupa sumur dan sungai kering serta tercemar sehingga tidak dapat dimanfaatkan warga. Kami telah mendistribusikan air bersih sebanyak 869.650 liter kepada desa-desa nan mengalami kekeringan," ungkapnya.
Daerah nan mengalami kekeringan meliputi Desa Tajau Landung di Kecamatan Sungai Tabuk, Desa Tambak Baru Ulu dan Tunggul Irang Ulu di Kecamatan Martapura, Desa Mali-Mali di Kecamatan Karang Intan.
Kemudian tiga desa di Kecamatan Astambul ialah Pingaran Ulu, Pingaran Ilir dan Kelampaian Tengah. Desa Lok Tamu dan Bawahan Selan di Kecamatan Mataraman, Desa Kampung Baru dan Jambu Burung di Kecamatan Beruntung Baru.
Ada enam desa di Kecamatan Martapura Barat ialah Sungai Rangas, Sungai Rangas Ulu, Sungai Rangas Hambuku, Sungai Batang Ilir, Tangkas dan Teluk Selong Ulu.
Juga empat desa di Kecamatan Martapura Timur meliputi Sungai Kitano, Melayu Tengah, Tambak Anyar Ulu dan Antasan Senor Ilir. Serta Desa Gunung Batu di Kecamatan Sambung Makmur. Desa-desa ini merupakan wilayah rawan kekeringan di setiap musim tandus panjang.
Pada bagian lain Kepala BPBD Kota Banjarbaru, Zaini Syahranie mengatakan sejumlah kelurahan di tiga kecamatan mengalami mulai kekeringan sehingga penduduk kesulitan air bersih. Daerah nan mengalami kekeringan ialah Landasan Ulin, Cempaka dan Liang Anggang.
Selain kekeringan sejumlah wilayah di Kalsel juga menghadapi karhutla semakin parah. Di Kota Banjarbaru, sepanjang musim tandus Juli-Agustus telah terjadi 93 kali kebakaran dengan luas rimba dan lahan terbakar seluas 637 hektare.
Sementara Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra mengatakan karhutla di Kalsel hingga sekarang mencapai lebih 1.000 hektare dengan 500 lebih kejadian karhutla. (DY)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·