Warga membikin lapangan sepak bola di Kelurahan Cipari, kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, memanfaatkan lahan persawahan nan mengering.(MI/KRISTIADI)
RIBUAN hektare areal persawahan di wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat mengalami kandas tanam dan kandas panen, lantaran tidak ada pasokan air.
Di Kelurahan Cipari, kecamatan Mangkubumi, penduduk memanfaatkan lahan kering menjadi lapangan sepak bola.
Iwan, warga, mengatakan, lahan persawahan di kampungnya sudah lama tidak teraliri air dari Sungai Cikunteun. Kondisinya mengering dan ditinggalkan oleh petani.
Sejumlah lahan pertanian nan sudah ditanami padi mengalami kandas tanam dan kandas panen. Karena itu, penduduk memanfatkannya menjadi lapang sepak bola.
"Banyak petani di wilayah Kelurahan Cipari terpaksa meninggalkan lahan pertanian lantaran tidak ada suplai air dari Sungai Cikunteun. Sejumlah lahan nan ditanami padi dan baru berumur 2 bulan kandas tanam dan sebagian kandas panen," ungkapnya, Senin (3/8).
Menurut dia, pemanfaatan lahan menjadi lapang sepakbola ini sangat berfaedah bagi penduduk setempat nan hendak memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus. Pasalnya, di kampung itu tidak ada lapangan sepak bola.
"Pemlik lahan sudah pasrah dengan kondisi pertanian hingga mereka meninggalkannya. Untuk sementara bisa dimanfaatkan sebagai lapangan sepak bola. Semoga hujan segera turun agar petani bisa mengolah lahan lagi," katanya.
Sementara itu, Holik, penduduk Sambongpari, mengatakan, musim tandus menyebabkan banyak lahan pertanian di Kota Tasikmalaya kandas tanam dan kandas panen. Kebanyakan lahan nan sudah bisa ditanami lagi berada di Kecamatan Mangkubumi, Tamansari dan Kawalu.
"Untuk saat ini, lahan pertanian di 10 Kecamatan mengalami kandas tanam. Sejumlah petani juga memaksakan panen dini, lantaran takut sawahnya kandas panen lantaran kurang pasokan air," tandasnya.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·