Kematian Massal Hewan Akibat Flu Burung Terjadi di Australia

47 menit yang lalu 2
Kematian Massal Hewan Akibat Flu Burung Terjadi di Australia ilustrasi virus flu burung.(dok.MI)

PEMERINTAH Australia mengonfirmasi kematian massal satwa liar pertama mengenai flu burung H5 nan mematikan, dengan burung camar jambul besar ditemukan di Baudin Rocks, sebuah pulau di lepas pantai tenggara South Australia, menurut laporan media lokal, Senin (3/8).

Burung-burung nan meninggal dan sakit terdeteksi pada Jumat (31/7) selama pengawasan udara di Baudin Rocks, sekitar 5 kilometer selatan Cape Jaffa, menurut Australian Broadcasting Corporation (ABC).

ABC mengatakan bahwa sampel nan dikumpulkan dari letak tersebut kemudian dinyatakan positif terinfeksi influenza unggas H5. Australia, nan tetap menjadi satu-satunya benua nan bebas dari virus mematikan tersebut hingga 14 Juni, sejak itu hanya mendeteksi flu burung pada burung laut subantartika migrasi, sebagian besar burung petrel raksasa, nan ditemukan di pantai South Australia, West Australia, dan New South Wales.

Negara itu telah mencatat 74 kasus virus nan dikonfirmasi sejauh ini, termasuk 54 di South Australia, 10 di West Australia, tujuh di Victoria, dua di New South Wales, dan satu di Queensland.

Menteri Pertanian Federal Julie Collins mengatakan kematian massal tersebut sudah diperkirakan. "Sayangnya, kita tahu bahwa begitu flu burung H5 menyebar di satwa liar dan lingkungan alam, tidak mungkin untuk menghindari kerugian nan signifikan, seperti nan mulai kita lihat sekarang," kata Collins.

Collins menambahkan bahwa tidak ada bukti flu burung pada unggas alias sistem pertanian dan akibat terhadap kesehatan manusia tetap rendah. "Kami telah berinvestasi dan bekerja sangat erat dengan sektor pertanian kami, khususnya sektor unggas, dalam perihal peningkatan dan penguatan biosekuriti untuk melakukan segala nan kami bisa untuk mencegahnya masuk ke sistem pertanian kami," kata Collins. "Tetapi Anda condong memandang akibat penularan di seluruh bumi mengenai H5," tambahnya.

Collins mengatakan penduduk Australia dapat memperkirakan bahwa flu burung terus menyebar, dengan jumlah satwa liar nan terpengaruh lebih banyak. "Kenyataannya adalah Anda tidak dapat menghentikan burung original dan liar terbang, dan Anda tidak dapat menghentikan hewan liar bergerak, dan itu bakal berfaedah lebih banyak peristiwa kematian massal seperti nan telah kita lihat sekarang," kata Menteri Lingkungan Federal Murray Watt.

Watt menambahkan bahwa itu adalah awal dari apa nan kemungkinan bakal menjadi perjalanan panjang dan susah dalam perihal akibat pada satwa liar. Dia mengatakan rencana pengelolaan nasional untuk flu burung H5 telah diaktifkan, dengan tambahan biaya sebesar 24 juta dolar (Rp303 miliar) dari pemerintah negara bagian dan federal. (Ant/P-3)

Selengkapnya