Kepala BPH Migas Beberkan Realisasi Penyaluran BBM Pertalite-Solar

2 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas membeberkan mengenai realisasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sepanjang 2026. Menurutnya konsumsi Pertalite dan Solar tetap terkendali meski terjadi peningkatan permintaan di sejumlah wilayah.

Misalnya untuk BBM jenis Solar subsidi, pemerintah telah menyiapkan volume sekitar 112% dibandingkan realisasi tahun 2025. Hingga hari ke-172 tahun 2026, realisasi penyaluran Solar tercatat mencapai 101,98% dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya alias meningkat sekitar 1,98%.

Wahyudi mengatakan, kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya peralihan sebagian konsumen dari BBM non subsidi, seperti Dexlite dan Pertamina Dex, ke Solar bersubsidi.

"Masyarakat nan semula menggunakan jenis bahan bakar umum Dexlite, alias Pertamina Dex, otomatis mau mendapatkan haknya sebagai masyarakat. Akhirnya pindah shifting kepada solar. Ini hari ini progresnya 172 hari realisasi penyaluran, itu mencapai 101,98%. Ada kenaikan, 1,98%," ujar Wahyudi dalam aktivitas Energy Forum CNBC Indonesia, Jakarta dikutip Rabu (1/7/2026).

Ia pun memastikan kenaikan konsumsi tetap dalam pemisah wajar. Sementara itu, untuk BBM jenis Pertalite, pemerintah menyiapkan kuota sebesar 29,27 juta kiloliter pada 2026 alias sekitar 21% lebih tinggi dibandingkan kebutuhan normal.

Namun demikian hingga pertengahan tahun, realisasi konsumsi Pertalite tetap berada di bawah kuota nan telah disiapkan pemerintah.

"Jadi negara menyediakan 29,27 juta kiloliter dan ini ada kenaikan kurang lebih sekitar 21 persen dari kebutuhan normal dan konsumsi saat ini tetap under. Jadi saat ini under. Jadi masyarakat jika ada antrian sepeda motor, ada roda 4, ya konsumsi masyarakat itu tetap tidak masalah," kata dia.

(ven/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya