Kepala BPOM Dorong ASEAN Perkuat Sistem Darurat Keamanan Pangan

4 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

loading...

Kepala BPOM, Prof Taruna Ikrar menyatakan ancaman keamanan pangan sekarang bergerak secepat rantai pasok global, termasuk ASEAN. Foto/Ist

JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof Taruna Ikrar menyatakan ancaman keamanan pangan sekarang bergerak secepat rantai pasok global. Satu kejadian pada produk nan diperdagangkan lintas negara dapat berkembang menjadi krisis kesehatan publik, mengganggu perdagangan, sekaligus meruntuhkan kepercayaan konsumen.

Oleh lantaran itu, negara-negara ASEAN dinilai tidak lagi cukup mengandalkan sistem pengawasan nasional. Kawasan memerlukan sistem tanggap darurat keamanan pangan nan terintegrasi, cepat, berbasis sains, dan bisa bekerja melintasi pemisah negara.

Baca juga: Indonesia Dorong Keamanan Pangan, Selandia Baru Komitmen Hadirkan Produk Berkualitas

“Dalam rantai pasok pangan nan semakin saling terhubung, satu kejadian keamanan pangan dapat dengan sigap melampaui pemisah negara, berakibat pada kesehatan masyarakat, mengganggu perdagangan, dan mengikis kepercayaan konsumen,” kata Taruna saat membuka ASEAN Food Safety Emergency Response (FSER) Tabletop Simulation Exercise di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Forum tersebut mempertemukan delegasi, pakar, fasilitator, serta perwakilan negara-negara personil ASEAN untuk menguji kesiapan area menghadapi kedaruratan keamanan pangan. Simulasi berjalan selama tiga hari dan dirancang untuk menguji sistem respons ketika sebuah kejadian berpotensi menyebar lintas negara.

Taruna menilai tantangan keamanan pangan semakin rumit lantaran sistem produksi dan pengedaran pangan sekarang terhubung dalam jejaring regional maupun global. Produk dapat beranjak dari satu negara ke negara lain dalam waktu singkat, sementara ancaman baru terus muncul dan berkembang.

Baca juga: Dosen UAJ Raih Penghargaan Penelitian dalam Bidang Keamanan Pangan

Dalam kondisi itu, keterlambatan penemuan alias pertukaran info dapat memperbesar akibat sebuah insiden. Persoalan nan semula berkarakter lokal berpotensi berubah menjadi masalah regional sebelum otoritas sempat mengambil langkah pengendalian.

Selengkapnya